Hukum  

Haji Maman Dapat Telepon Darurat Saat Rumahnya Dirampok

Cilegon | KABAR EXPOSE.com

Kader PKS di Kota Cilegon, Banten, Haji Maman Suherman, menjadi korban perampokan, pada Selasa (16/12/2025).

Perampokan terjadi di rumahnya di kawasan Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, pada Selasa siang, saat Haji Maman sedang bekerja di luar rumah.

Ketika kejadian, hanya ada dua anak Haji Maman yang berada di rumah, yakni MAHM (9) dan D (8).

Haji Maman mengetahui rumahnya dirampok setelah menerima panggilan darurat dari D. Saat menelepon, D berteriak meminta pertolongan,

Haji Maman yang sedang bekerja di kawasan Ciwandan, langsung bergegas pulang.

Sayang, ketika tiba di rumah, ia mendapati MAHM dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan medis, nyawa MAHM tidak selamat.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” sesuai keterangan dari Polsek Cilegon, Polres Cilegon, pada Selasa.

Dari hasil pemeriksaan awal, MAHM mengalami 14 luka tusukan akibat senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait aksi perampokan di rumah Haji Maman yang menewaskan MAHM.

Karangan Bunga di Depan Rumah

Sehari setelah perampokan terjadi, Rabu (17/12/2025), sejumlah karangan bunga terlihat di depan rumah Haji Maman Suherman.

Karangan bunga itu dikirimkan sebagai bentuk belasungkawa atas tewasnya MAHM dalam tragedi perampokan, Selasa.

Salah satu karangan bunga dikirim oleh Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.

Warga sekitar mengatakan, jenazah MAHM tak disemayamkan di rumah yang menjadi lokasi perampokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *