Hadiri Istigosah Hari Santri, Ketua Umum MUI Banten : “85 Persen Santri Ikut Berjuang Usir Penjajah”

Serang | KABAR EXPOSE.com —

Ketua Umum MUI Provinsi Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I, menghadiri acara istigosah dalam rangka Hari Santri ke-11 dan HUT Kecamatan Kopo yang ke-118.

Dalam sambutannya, KH. Bazari mengungkapkan rasa bahagia dan bangga sebagai orang Kopo.

“Saya ini orang Kopo merasa bahagia dan bangga. Karena sebenarnya Jawilan itu masih Kopo. Baru tahun 2000 ada pemekaran wilayah menjadi Kecamatan Kopo dan Jawilan,” ujarnya.

Menurutnya, secara sejarah pada zaman Belanda, wilayah ini ditandai dengan adanya pembangunan Bendungan Pamarayan Lama, yang saat itu terdiri dari Kecamatan Cikeusal, Cikande, dan Kopo.

“Baru setelah Indonesia merdeka, wilayah kecamatan menjadi semakin berkembang. Jangan lupa, kita harus menghormati jasa-jasa para pendahulu,” pesannya.

KH. Bazari menjelaskan, 85 persen saat zaman penjajahan para santri ikut berjuang mengusir penjajah. Bahkan, yang menyimpan bom di mobil penjajah adalah santri dari pondok pesantren Tebu Ireng.  “Kita harus mempunyai keyakinan bahwa negara ini merdeka karena para santri yang ikut memperjuangkan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus MUI, NU, dan FSPP Kecamatan Kopo.

Sementara itu, Camat Kopo, M. Imanudin Mufti, S.Pd,I, MM, menjelaskan, asal-usul nama Kopo yang berasal dari nama sebuah pohon.

“Saat itu pohon Kopo menjadi tempat berteduh kolonial Belanda,” jelasnya.

Imanudin menambahkan, setelah Indonesia merdeka, ketika Bupati Serang dijabat oleh Brigjen KH. Syam’un, Camat Kopo pertama dijabat oleh KH. Soleh.

“Alhamdulillah, saat ini usia Kecamatan Kopo menginjak usia yang ke-118. Semoga ke depan akan lebih maju,” tutupnya. (Hrz/Red)).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *