Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | KABAR EXPOSE.com —
Bencana longsor akibat cuaca ekstrem melanda Kampung Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten.
Longsor sedalam sekitar 8 meter itu mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak. Bahkan satu di antaranya dinyatakan tidak layak huni.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meninjau langsung lokasi kejadian dan memastikan keselamatan warga, pada Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, longsor dipicu tingginya curah hujan serta meluapnya sungai Cisangu, anak Sungai Ciujung.
“Rumah warga memang berada di bantaran Sungai Cisangu. Longsor cukup dalam. Dari puluhan rumah terdampak, tercatat ada tiga rumah warga yang kondisinya sangat parah dan satu rumah sudah tidak layak huni,” kata Ratu Zakiyah di lokasi.
Melihat kondisi salah satu rumah yang hampir separuh bangunannya hilang akibat longsor, Ratu Zakiyah langsung mengambil langkah diskresi dengan menyewakan rumah kontrakan bagi keluarga terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi longsor susulan.
“Saya minta segera direlokasi. Alhamdulillah, ada warga sekitar yang bersedia menyewakan rumahnya sebagai tempat tinggal sementara. Yang terpenting saat ini warga kami aman dulu,” ujarnya.
Ia menegaskan, relokasi tersebut bersifat sementara. Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Serang akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten serta kementrian terkait.
” Wilayah ini merupakan kewenangan BBWSC3 Banten. Sehingga kami akan berkoordinasi untuk mitigasi resiko secara permanen. Cuaca ke depan masih tidak menentu, kami tidak ingin mengambil risiko,” tandasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada para korban longsor.
“Bantuan sembako hari ini sudah kami salurkan. Kami juga memantau wilayah lain seperti Kecamatan Pontang yang turut terdampak cuaca ekstrem. Koordinasi dengan kecamatan terus kami lakukan,” ungkapnya.
Yadi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia mengimbau warga agar tetap waspada. Hal ini mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami minta warga tetap berhati-hati karena kondisi cuaca masih ekstrem,” pungkasnya.












