Abrasi Sungai Cimandiri Mengancam, Puluhan Warga Sukabumi Mengungsi

0
19

Sukabumi | KABAR EXPOSE.com

Puluhan jiwa warga Kampung Sawah Tengah RT 06/15 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa mengungsi setelah permukiman mereka terancam hanyut akibat abrasi serius pada aliran Sungai Cimandiri.

Abrasi dipicu oleh luapan Sungai Cimandiri menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (14/12/2025). Peristiwa ini mulai terjadi pada Senin (15/12) pagi.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasional BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan satu rumah warga dilaporkan sudah rusak berat dan hanyut terbawa aliran sungai, memaksa tiga jiwa penghuninya mengungsi ke rumah kerabat. Selain itu, satu rumah lain mengalami rusak ringan.

“Hasil asesmen di lapangan, ada 15 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga yang kondisinya terancam,” kata Daeng, Selasa (16/12/2025).

Daeng menjelaskan, jarak antara aliran sungai dan perkampungan saat ini hanya tinggal 1 meter. Sebagian besar penghuni rumah yang terancam telah dievakuasi dan mengungsi.

Selain di Kampung Sawah Tengah, wilayah lain di Desa Cidadap juga berada dalam zona merah. Di Kampung Cikadaka RT 03/14, sebanyak 20 rumah terancam banjir dan tanah longsor. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Babakan Cisarua RT 02/14 Desa Cidadap.

Ancaman bencana juga meluas ke Desa Cibuntu, di mana 23 rumah di Kampung Legok Loa RT 08 dan 09 RW 02 terancam banjir akibat penyumbatan pada bagian jembatan di ruas jalan kabupaten penghubung Bagbagan-Warungkiara.

Daeng menambahkan, tingginya curah hujan pada Minggu (14/12) secara masif berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi di sembilan kecamatan. Kecamatan terdampak yaitu Simpenan, Warungkiara, Caringin, Cibadak, Ciemas, Cikembar, Jampangtengah, Bantargadung, dan Gegerbitung.

“Mayoritas bencananya berupa banjir dan tanah longsor,” sebut Daeng. Personel BPBD bersama petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) kini sedang melakukan penanganan darurat di sejumlah titik. Tidak ada korban luka maupun jiwa, namun nilai kerugian material masih dalam penghitungan. (Hrz/Red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini