Sosok  

Arsali, Pengrajin Besi dari Desa Bantar Panjang

Butuh Bantuan Peralatan

Reportase : Nono.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

SERANG | Kabarexpose.com —

Arsali yang biasa dipanggil Lili, salah satu warga Kampung Kebon Kalapa, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten. Salah Satu pengrajin perkakas rumah yang menyediakan alat sederhana baik untuk kebutuhan bertani maupun rumah tangga.

Salah satu yang ditekuninya adalah’membuat cangkul, golok, parang dan lainnya yang dikerjakan secara manual. Melalui ide kreatifnya bahkan ia bisa memproduksi barang yang ses8uai dengan pesanan konsumen.

Saat awak media menyambangi tempat Arsali ditempatnya bekerja pada Jum’at (25/07/2025).Ia mengatakan,sudah menekuni keahliannya dari tahun 2019,dan ilmu ia dapatkan secara otodidak.

Masih menurut Arsali, dirinya bersama keluarga selain menekuni profesi sebagai pengrajin besi untuk disulap menjadi perkakas. “Kami dan keluarga juga punya ternak kambing untuk menambah pendapatan guna memenuhi kebutuhan maupun untuk tabungan,” tuturnya.

Masih menurut Arsali, ia kini sudah dikaruniai tiga orang anakp. Untuk anak ertama sekarang sedang menimba ilmu di salah satu sekolah Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Cikeusal, “Alhamdulillah, anak ini sudah bisa memperbaiki mesin sepeda motor dan eleitronik,” bebemya.

Sedangkan anak yang ke dua Arsali sekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan untuk anak yang ke tiga sekarang baru kelas satu Sekolah Dasar (SD). “Ini merupakan kebahagiaan untuk keluarga kami  Karena anak-anak masih bisa sekolah,” ucap Arsali.

Lebih lanjut, Arsali menyampaikan harapannya agar di wilayah pemerintahan Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, agar lebih banyak lagi pengrajin besi sepertinya. Karena ini merupakan kreasi anak negeri untuk ikut berkontribusi agar bisa mengangkat ekonomi dikeluarganya.

“Untuk pengrajin di zaman.sekarang sudah jarang yang mau menekuni dibidang ini. Karena itu, dirinya hingga kini masih bertahan dibidang ini. Arsali juga siap untuk berbagi ilmu dan terbuka untuk siapapun tanpa dipungut biaya sepersen pun,” ujar Arsali.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, yang menjadi kendala saat ini yaitu’ peralatan yang sudah usang dan sering rusak. Sehingga dapar menghambat pekerjaan. Sedangkan untuk menempa besi peralatan harus kuat dan maksimal Sehingga ketika dalam pengerjaannya tidak ada kendala dan pesanan dari konsumen bisa dikerjakan lebih cepat selesai.

“Saya sangat berharap bantuan dari dinas dan nstansi terkait agar kami sebagai pengrajin yang hanya rakyat kecil, untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga bisa bekerja dengan lancar. Terutama bantuan saya harapkan peralatan untuk menempa besi agar lebih cepat dan memudahkan pekerjaan kami,” tukas Arsali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *