Lebak | KABAR EXPOSE.com —
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak, Banten Imam Suangsa menyebutkan aktivitas produksi gula aren kini menjadi andalan ekonomi daerah, karena permintaan pasar cenderung meningkat.
“Diperkirakan puluhan ton produksi gula aren per hari dari perajin dipasok ke pasar,” kata Imam dalam keterangan di Lebak, Sabtu.
Pengembangan usaha gula aren di Kabupaten Lebak sudah berjalan puluhan tahun di masyarakat, karena didukung melimpahnya bahan baku pohon aren.
Hasil produksi gula aren dipasok ke sejumlah pasar di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, bahkan ada yang dipasok ke luar negeri.
Baca juga: 42 destinasi wisata di Lebak tumbuhkan ekonomi pedesaan
Saat ini, kata dia, jumlah perajin gula aren tercatat 5.815 orang dan mampu menghasilkan omzet hingga mencapai Rp 96,65 miliar per tahun.
Produksi gula aren di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Sobang, Muncang, Cibeber, Cirinten, Leuwidamar, Cilograng, Cijaku, Cigemblong, Malingping dan Panggarangan.
“Kami mendorong agar perajin gula aren dapat meningkatkan kualitas dan mutu, sehingga bisa bersaing pasar, sehingga menjadikan sumber ekonomi masyarakat dan komoditas unggulan daerah ,” kata Imam.
Baca juga: Polres Lebak selidiki konten grup Facebook yang viral
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala Kabupaten Lebak Anwar Aan mengatakan sudah beberapa tahun terakhir produksi gula aren yang dikelolanya itu menyesuaikan permintaan pasar dalam bentuk cetak yang dikenal gula aren cetak dan bubuk yang disebut gula aren semut.
Keunggulan produksi gula aren yang diproduksi itu masuk kategori organik, karena perkebunan aren milik petani tidak terpapar pupuk kimia, sebab lokasinya berada sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TNGHS).
Produksi gula aren organik itu sangat menyehatkan untuk bahan campuran minuman, kuliner makanan juga rasanya manis dan bebas bagi penderita diabetes.
Selain itu juga pihaknya melayani permintaan pasar domestik dari berbagai daerah mulai meningkat, seperti Bandung, Garut, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bekasi dan Tangerang.
Harga gula aren jenis bubuk atau gula semut dan gula jahe dijual Rp25 ribu per kemasan, dan gula cetak Rp 250 ribu per toros.
“Kami memproduksi usaha gula aren itu bisa menyerap tenaga kerja hingga ratusan orang, termasuk petani, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat desa,” kata Anwar.












