MUI Banten Serukan Umat Bangun Etika di Ruang Digital

Kota Serang | KABAR EXPOSE.com —

Para tokoh agama se-Provinsi Banten menyerukan kepada umat untuk membangun etika di ruang digital. Seruan itu ditegaskan dalam Sarasehan Tokoh Agama MUI Banten yang digelar di Aula MUI Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, pada Kamis (8/10/2026).

Ketua Panitia Sarasehan Tokoh Agama MUI Banten, Drs. H. Badri Hasun mengatakan, seruan tersebut mengandung lima poin penting.

“Pertama, mengajak umat untuk hidup rukun. Kedua, menghargai perbedaan pandangan di ruang digital. Ketiga, menghadirkan tabayyun di ruang digital terhadap semua isu keagamaan. Keempat, memperkuat ukhuwah umat dan persaudaraan di ruang digital dan kelima, membangun peradaban digital yang beradab,” tegas Badri Hasun.

Menurut Badri, Sarasehan Tokoh Agama ini diinisiasi oleh beberapa komisi di MUI Banten antara lain, Komisi Ukhuwah Islamiyah, Komisi Hubungan Antar Umat Beragama, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Badan Arbitrase Syariah Nasional serta Lembaga Penanggulangan Bencana.

Kegiatan ini mengusung tema “Peran Tokoh Agama Terhadap Isu-Isu Keagamaan di Era Digital”.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I, yang diwakili Sekretaris Umum, Dr. H. Endang Saeful Anwar, Lc, MA, dalam sambutannya mengatakan, sarasehan tokoh agama ini merupakan rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang akan digelar pada 8-10 Desember 2026 di Grand El Hajj Cipondoh, Kota Tangerang.

Menurut Endang, sebelumnya MUI Banten juga telah mengadakan sarasehan tentang Ketahanan Keluarga dan Stop Bullying yang diinisiasi oleh Komisi PPRK, Komisi Infokom, LSBPI, dan LKKM. Kemudian Focus Group Discussion (FGD) Bahtsul Masail dan diakhiri dengan Istighotsah.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Sekjen Bidang Ukhuwah MUI Pusat, Dr. KH. Syamsul Qomar. Menurutnya, kegiatan sarasehan tokoh agama ini guna merespons umat di era digital.

Syamsul menjelaskan, pola ulama berdakwah di era digital ini berbeda dengan zaman dulu. Pasalnya, terdapat lompatan yang begitu jauh akibat adanya pengaruh teknologi digital.

“Dakwah melalui ruang digital jangkauannya sangat luas. Berbeda berdakwah di ruang terbatas seperti masjid/musholla, majelis taklim, madrasah, dan sebagainya. Selain itu, aspek silaturahmi juga lebih terbuka,” pungkasnya. (Hrz/Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *