Pemuda Can Tho Raup Rp650 Juta/Tahun dari Budidaya Ikan Langka dan Wisata Sungai Hau

Vietnam | KABAR EXPOSE.com

Alih-alih menjual hasil panen langsung ke pedagang, seorang pemuda di Kota Can Tho, Vietnam, memilih jalur berbeda: menggabungkan budidaya ikan dengan pariwisata. Hasilnya, tambak ikannya di Sungai Hau kini mampu meraup pendapatan sekitar 1 miliar VND atau Rp650 juta per tahun.

Ia adalah Duong Ke Hien, 35 tahun, warga Area 17, Kelurahan Binh Thuy, Kota Can Tho. Saat ini Hien mengelola 25 rakit tambak ikan di tengah Sungai Hau.

Fokus pada Spesies Langka

Berbeda dari peternak lain, Hien tidak hanya membudidayakan ikan konsumsi umum. Ia fokus pada spesies perairan langka dan bernilai tinggi dari Lembah Sungai Mekong, seperti ikan lele raksasa, ikan patin raksasa, ikan lele berekor bendera, kakap hitam, dan ikan lele keranjang.

Spesies khusus yang menjadi andalan adalah tuna sirip biru, yang dijuluki “ratu” dari keluarga ikan lele. Dagingnya yang lezat dan bergizi bisa diolah menjadi hidangan rebus, bakar, sup, hingga ikan kering.

“Lahir dan besar di tepi Sungai Hau membuat saya paham arus dan karakter ikan asli. Merawat ikan langka di rakit tidak terlalu sulit bagi saya,” kata Hien, dikutip dari _Bao Dan Viet_, Kamis (26/6/2026).

Dari Tambak Jadi Destinasi Wisata

Melihat tren pariwisata pertanian dan pedesaan yang naik, Hien berani mengubah tambak menjadi objek wisata bernama “Desa Ikan”.

Di sana, wisatawan tidak hanya melihat ikan, tapi juga bisa memberi makan, mencoba “pijat ikan” dengan ikan yang menggigit kaki, hingga menyaksikan ikan menggunakan keranjangnya untuk menyemprotkan air saat berburu mangsa.

Keputusan itu terbukti berhasil. Model usaha yang memadukan konservasi dan wisata ini kini menghasilkan sekitar 1 miliar VND per tahun. Sebagian besar keuntungan diinvestasikan kembali untuk memperluas rakit, merawat stok ikan, dan mencari spesies baru demi pembangunan berkelanjutan.

Harapan Pariwisata

Hien juga berharap bisa mendorong pariwisata berbasis komunitas di Pulau Con Son, destinasi ekowisata terkenal di Delta Mekong.

“Saya selalu percaya, jika ingin cepat pergilah sendiri, jika ingin jauh pergilah bersama-sama. Pariwisata di Pulau Con Son hanya bisa berkembang berkelanjutan jika masyarakat bekerja sama membangun citra lokal,” ujarnya.

Menurut laporan, banyak pengunjung mengaku kagum bisa melihat langsung ikan lele raksasa berbobot puluhan kilogram dan atraksi ikan yang unik untuk pertama kalinya. (Hrz/Red)

Sumber: Bao Dan Viet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *