Lebak | KABAR EXPOSE.com —
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni berharap tim penggerak di kabupaten dan kota mengadaptasi Program PKK Mengajar. Tinawati mengatakan, program tersebut merupakan kontribusi PKK bagi kemajuan pendidikan.
Hal itu disampaikan Tinawati usai menyampaikan materi pada Program PKK Mengajar di SMK Negeri I Rangkasbitung, Jum’_at (8/5/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Susi Amir Hamzah dan Kepala SMKN I Rangkasbitung Kabupaten Lebak Edi Ruslani.
Tinawati mengatakan, PKK Mengajar selaras dengan program pemerintah pusat tentang pentingnya pendidikan dan visi misi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dalam mewujudkan Banten Cerdas. PKK Mengajar, merupakan salah satu cara mengubah pola pikir dan cara pandang bahwa upaya mengentaskan kemiskinan dapat dilakukan dengan pendidikan.
“Saya berharap kabupaten dan kota mengadaptasi PKK Mengajar ini,” kata Tinawat.
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati juga berpesan kepada seluruh siswa dan siswi untuk meningkatkan semangat dan gairah belajar agar menjadi pribadi yang sukses sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara. Para pengajar juga diharapkan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan bagi siswa.
“Kepada para dewan guru, saya berpesan untuk bisa menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan sehingga tumbuh semangat yang luar biasa dari para siswa untuk belajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMKN I Rangkasbitung Kabupaten Lebak Edi Ruslani berjanji menularkan virus positif dari materi PKK Mengajar kepada para siswanya yang tidak mengikuti secara langsung. Materi yang disampaikan dalam PKK Mengajar mampu memberikan motivasi dan tuntunan kepada siswa.
“Materi-materinya sangat bagus untuk bekal hidup siswa-siswa kami. Siswa kami sangat antusias atas Program PKK Mengajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Wanda Hamidah, siswa kelas X keahlian Manajemen Perkantoran mengaku sangat bersyukur menjadi siswi terpilih untuk ikut Program PKK Mengajar. Kegiatan ini telah menambah pengetahuan tentang kesehatan, pola hidup sehat, dan pergaulan. Selain itu, juga membuka kesadaran bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab terhadap masa depannya.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dan bermanfaat bagi dirinya sebagai remaja,” katanya.
Apalagi menurutnya tantangan ke depan begitu kompleks karena perkembangan teknologi dan media sosial. Termasuk mengenai isu kesehatan mental bagi remaja.
“Di era saat ini, tantangan remaja bukan hanya soal pendidikan tetapi juga bagaimana menjaga karakter dengan baik, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dan kemampuan memilih lingkungan yang baik,” ujarnya. (Hrz/Red).












