GMP Pamarayan Audiensi dengan Camat, Soroti Masalah Lingkungan dan Pelayanan Publik

Reportase : Nono

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

Serang | KABAR EXPOSE.com —

Gerakan Mahasiswa Pamarayan (GMP) melaksanakan audiensi bersama Camat Pamarayan yang baru, Dulpakar, sebagai langkah awal silaturahmi sekaligus penyampaian informasi terkait berbagai permasalahan strategis yang terjadi di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (26/1/2026).

Audiensi ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah Kecamatan Pamarayan, serta menyampaikan hasil pengamatan dan aspirasi masyarakat yang selama ini dirasakan langsung di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, GMP menyampaikan beberapa poin pembahasan utama, di antaranya :_

1. Permasalahan Lingkungan

GMP menyoroti masih maraknya penumpukan sampah di berbagai titik di Kecamatan Pamarayan, seperti di Bendung Lama Pamarayan, belakang Pasar Pamarayan, Sungai Panyinangan Kampung Binong, serta beberapa lokasi lainnya. Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan. Akan tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan ekosistem apabila tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

2. Pelayanan Publik

Dalam aspek pelayanan publik, GMP menyampaikan masih adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam beberapa layanan. Baik itu di sektor administrasi maupun pelayanan kesehatan. Praktik ini dinilai mencederai prinsip pelayanan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

3. Transparansi Anggaran 

GMP juga menyoroti lemahnya transparansi anggaran desa, di mana masih banyak desa yang tidak memasang papan informasi APBDes sebagaimana amanat regulasi. Selain itu, banyak BUMDes yang belum berjalan sesuai dengan tujuan awal pembentukannya, yakni sebagai instrumen kemandirian dan penguatan ekonomi desa. Sehingga perlu evaluasi komprehensif dari hulu hingga ke hilir.

4. Kepemudaan

Dalam bidang kepemudaan, GMP menilai minimnya sosialisasi dan kegiatan positif bagi pemuda di Kecamatan Pamarayan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap pergaulan bebas. Bahkan menjadikan Pamarayan disorot sebagai zona merah peredaran narkoba. GMP menegaskan bahwa pembinaan dan pemberdayaan pemuda harus menjadi perhatian serius semua pihak.

5. Infrastruktur

GMP turut menyampaikan persoalan infrastruktur jalan, khususnya jalan poros kabupaten yang berada di wilayah Kecamatan Pamarayan dan telah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan. Padahal merupakan akses utama masyarakat. Salah satu titik yang disoroti adalah jalan di depan Kantor Desa Damping.

Selain itu, kondisi jalan berlubang di Simpang Tiga Binong serta jalan poros Desa Pudar yang mengalami longsor dan belum mendapatkan penanganan selama kurang lebih dua minggu. Hal ini menjadi bukti lemahnya respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

GMP menegaskan bahwa penyampaian berbagai permasalahan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control. Bukan untuk mencari konflik, melainkan mendorong perbaikan bersama.

Gerakan Mahasiswa Pamarayan berharap Camat Pamarayan yang baru, Dulpakar, dapat menindaklanjuti dan menjadikan poin-poin tersebut sebagai bahan evaluasi serta dasar pengambilan kebijakan ke depan. GMP juga menyatakan kesiapan untuk terus mengawal, berdialog, dan berkontribusi secara aktif demi terwujudnya Kecamatan Pamarayan yang bersih, transparan, aman, dan berkeadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *