Anak Politisi PKS Tewas di Cilegon Masih Misteri, Bareskrim Turun Tangan

0
22

Cilegon | KABAR EXPOSE.com

Polda Banten hingga Bareskrim Polri turun tangan untuk mengungkap kasus pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman.

Anak Maman, inisial MAHM (9) dibunuh secara sadis di rumah mewah mereka di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025) lalu.

Korban disebut menderita lebih dari 20 luka tusukan dan 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam.

Saat peristiwa itu terjadi, korban hanya berdua bersama kakaknya di rumah mewah tersebut. Sedangkan politisi PKS Maman dan istri sedang tidak ada di rumah karena kerja.

Lebih dari dua pekan sejak jasad anak politisi PKS ditemukan, polisi belum berhasil mengungkap sosok pelakunya.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengaku telah mendapatkan bantuan untuk mengusut kasus pembunuhan terhadap putra bungsu Politisi PKS, Maman Suherman.

Sat Reskrim Polres Cilegon dibantu oleh Ditreskrimum Polda Banten dan Bareskrim Mabes Polri. Dikatakan Martua, tim masih bekerja untuk mengungkap pelaku pembunuh bocah kelas IV SD inisial MAHM (9).

“Bukan berarti kami tidak bekerja, kami bekerja dibantu oleh Polda dan dibantu oleh Bareskrim dalam pengungkapan kasus ini,” ujar Martua kepada wartawan di Mapolres Cilegon, pada Senin (29/12/2025).

Martua menegaskan, penyidik masih melakukan penyidikan. Namun, ia tidak bisa menyampaikan hasil penyidikan sejauh ini karena sifatnya konfidensial.

Saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 22 orang saksi baik dari pihak keluarga dan non keluarga untuk diuji dan dikomper keterangannya.

“Sementara sudah 22 (saksi), untuk keterangan apapun dari pemeriksaan saksi tersebut kami belum bisa menyampaikan. Masih semua diuji, alat buktinya masih semua diuji, dikomper, diperbandingkan,” ujar Martua.

“Kalau memang ada persesuaian, ya kita akan koordinasikan dengan penyidik,” sambung dia. Terkait pelaku yang dicurigai dari pihak keluarga, Martua mengaku masih proses penyidikan dan belum sampai kepada tersangka.

“Cari kebenarannya terhadap unsur apapun yang berkaitan dengan grafis maupun yang lain- lain,” tandas dia.

Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Fery Budiman mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9), putra bungsu anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman.

Peristiwa pembunuhan MAHM tersebut menggegerkan warga sekitar dan menimbulkan rasa duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar PKS Cilegon.

: Kami dari DPD PKS Kota Cilegon mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini agar pelaku dijerat hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Fery Budiman dikutip Kompas.com, pada Rabu (17/12/2025).

Menurut Fery, peristiwa tragis tersebut tidak hanya menjadi musibah besar bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan di tengah masyarakat.

“Kami mengecam keras tindakan kejahatan dan kekejian yang dilakukan oleh pelaku. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” tegasnya.

Atas nama PKS Cilegon, Fery turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Maman Suherman.

: Ia mendo’akan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Serta aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan diadili di meja hukum,” ucap dia.

Terkait dugaan perampokan yang sempat beredar di media sosial, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan, polisi belum menemukan adanya barang milik korban maupun keluarga korban yang hilang.

Penyebab Bocah SMP Nekat Bunuh Pacarnya yang Masih Seusia dengannya
Penyebab Bocah SMP Nekat Bunuh Pacarnya yang Masih Seusia dengannya
“Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 8 saksi, ataupun keluarga korban, sejauh ini tidak ditemukan barang milik korban ataupun barang milik keluarga korban, itu tidak ada yang hilang,” ungkapnya.

Meski demikian, Sigit menegaskan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan belum dapat menyimpulkan motif dalam kasus kematian bocah tersebut.

Kami masih mendalami gitu ya. Kalau kami tidak bisa menduga-duga, kami masih mendalami,” ucapnya

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama menduga bila MAHM bukan korban perampokan seperti yang beredar di masyarakat.

“Kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit,” ucapnya.

Selain tak ada barang berharga yang hilang, tubuh korban mengalami sejumlah luka.

Hasil pemeriksaan ditemukan 22 luka di tubuh korban. 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam.

Saat peristiwa terjadi, di rumah hanya ada korban dan kakaknya.

Maman mengetahui MAHM dalam kondisi bersimbah darah setelah ia menerima telepon darurat dari anak berinisial D sekitar pukul 14.20 WIB.

Dalam telepon tersebut D berteriak meminta tolong ayahnya.

Mendapat kabar itu, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di rumah, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.(Hrz/Red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini