Ketua BumDes Sri Tani Desa Renged Bantah Tuduhan Pengelolaan Tidak Profesional dan Transparan

Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra.

Pemimpin Redqasi : Hairiuaman.

Serang | KABAR EXPOSE.com

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Tani Desa Renged, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Herman, membantah tuduhan bahwa BUMDes dikelola secara  tidak profesional dan adanya intervensi dari pihak desa.

Herman menjelaskan bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara profesional dan transparan, serta tidak ada campur tangan dari pihak desa. Ia juga menyatakan bahwa penjualan telur bebek dilakukan melalui mekanisme BUMDes yang transparan dan akuntabel. Penjelasan ini disampaikan di kantor Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, pada Senin (29/12/2025).

Ketua Bumdes Sri Tani Desa Renged, Herman, membantah tuduhan bahwa BUMDEs Sri Tani Renged dikelola oleh pihak desa dan tidak profesional. Ia menegaskan bahwa pengelolaan BUMDEs dilakukan secara profesional dan transparan.

Herman mengatakan. BUMDEs Sri Tani Desa Renged tidak dikelola oleh pihak desa. “Kami melakukannya secara profesional dan transparan. Memang benar, saya adalah anak dari kepala desa,. Akan tetapi dalam urusan BUMDEs, kepala desa tidak ikut campur,” tandasnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa isu ini baru dipermasalahkan sekarang, Padahal pemilihan dirinya sebagai Ketua BUMDEs telah dilakukan melalui musyawarah dan disetujui oleh semua pihak terkait,” tutur Herman

Ia menambahkan bahwa penjualan telur bebek dilakukan melalui mekanisme BUMDEs Sri Tani Desa Renged yang transparan dan akuntabel serta tidak ada yang ditutup-tutupi.

Penjelasan ini disampaikan sebagai respons terhadap isu yang beredar di masyarakat mengenai dugaan pengelolaan BUMDEs yang tidak profesional dan adanya intervensi dari pihak desa

Sementara itu, Camat Binuang, Dulfakar SE, mengapresiasi penjelasan yang diberikan oleh Ketua BUMDes Sri Tani Desa Renged. Ia berharap BUMDEs dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *