Proyek SMP Riyadlul Mubtadiin Pandeglang Diduga Abaikan K3

Pandeglang | KABAR EXPOSE.com.–

Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Riyadlul Mubtadiin yang bersumber dari APBN 2026 senilai Rp1 miliar lebih diduga mengabaikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SMP Riyadlul Mubtadiin di Kp. Curuglemo, Desa Curuglemo, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, ini terlihat mempekerjakan pekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Saat berada di lokasi, para pekerja tampak tidak menggunakan rompi, masker, helm, maupun sepatu boot. Sebagian pekerja bahkan hanya memakai sandal. Padahal, sesuai aturan, setiap program pemerintah mewajibkan penggunaan APD untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Di lokasi proyek juga terpampang papan informasi bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Tertib K3, Anda Wajib Menggunakan APD”. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak sesuai dengan himbauan tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Rabu, 20 Mei 2026, pihak panitia pembangunan menyatakan bahwa APD sudah disiapkan. Namun, para pekerja disebut merasa tidak nyaman karena belum terbiasa menggunakannya.

Seharusnya, panitia memberikan ketegasan dan edukasi kepada pekerja mengenai pentingnya APD demi keselamatan, kesehatan, dan ketertiban kerja. Dinas terkait pun diminta menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini sesuai peraturan yang berlaku. (Tim/Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *