Reportase : Maman Suherman.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman
SERANG |Kanarexpise.com —
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 69 Universitas Bina Bangsa (UNBAJJA) melaksanakan program kerja budidaya maggot di Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, tepatnya di depan Posko KKM 69. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah organik. Sekaligus memberdayakan masyarakat melalui praktik ramah lingkungan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi, pada Minggu (3/8/2025).
Dalam kegiatan ini, tim KKM 69 tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai teknik budidaya maggot. Akan tetapi juga membagikan tiga bibit maggot secara gratis kepada warga sekitar sebagai langkah awal penerapan di rumah masing-masing.
Sekretaris Desa Kemuning, Andi, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif mahasiswa tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya program ini, Karena tidak hanya membantu mengatasi permasalahan sampah organik, tetapi juga memberikan peluang bagi warga untuk memperoleh penghasilan tambahan. Ini adalah langkah nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi desa,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Utun, selaku Ketua RW di wilayah Tambalung Sasak, Desa Kemuning.
“Program ini bagus sekali, Apalagi masyarakat disini sering menghadapi masalah sampah dapur. Dengan adanya maggot, sampah bisa dimanfaatkan dan tidak terbuang percuma. Saya berharap warga bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” tuturnya.
Sementara itu, Rifqi, selaku penanggung jawab program kerja budidaya maggot, menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab isu lingkungan sekaligus memberdayakan potensi desa.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat maggot bukan sebagai hal yang menjijikkan. Namun sebagai solusi pengelolaan sampah dan peluang bisnis. Kami berharap bibit yang diberikan hari ini dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.
Program budidaya maggot yang digagas KKM 69 Kampus UNBAJA Kota Serang ini diharapkan menjadi awal dari gerakan masyarakat Desa Kemuning dalam memanfaatkan limbah organik secara produktif, Sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain untuk menerapkan inovasi serupa












