Oleh : Hairuzaman
(Penulis Buku dan seorang Kolumnis)
Surat Kabar “De Banten Bode” lahir di.masa Kolonial Belanda antara tahun 1924 hingga 1938-an. Surat kabar “De Banten Bode” merupakan sebuah surat kabar lokal berbahasa Belanda yang terbit di Serang, Banten. Surat kabar De Banten Bode kala itu berfungsi sebagai media informasi dan komunikasi bagi masyarakat Banten.
Sementara itu, sekitar tahun 1940-an di Serang juga terbit “De Banten Voreitz” dan Majalah Utusan Banten. Pengharapan Banten ialah salah satu surat kabar mingguan berbahasa Belanda yang terbit di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada tahun 1923 hingga 1924. Sedangkan di Bandung, Jawa Barat, terbit Surat kabar Tirtayasa dan di Batavia terbit pula surat kabar Surasowan pada tahun 1929.
Selain De Banten Bode, di Banten juga terbit surat kabar Mimbar di masa kolonial Belanda. Surat kabar Mimbar terbit sekitar tahun 1918 dan merupakan organ dari Sarekat Islam (SI) Banten. Surat kabar Mimbar membahas berbagai topik berita. Termasuk pula mengulas kondisi sosial-ekonomi masyarakat Banten, pendidikan serta pergerakan kemerdekaan melawan bangsa penjajah. Surat kabar yang terbit pada masa itu lebih menitik beratkan sebagai alat komunikasi dan perjuangan melawan kaum penjajah.
Sedangkan Mesin Cetak surat kabar De Banten Bode, yang juga untuk mencetak uang OERIDAB, saat ini berada di Bank Banten. Sebelumnya Mesin OERIDAB tersimpan di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di kawasan Kasemen, Serang, sebagai saksi bisu perjuangan moneter daerah dalam masa darurat kemerdekaan.
Kini, sesuai arahan Gubernur Banten, Andra Soni, mesin OERIDAB yang mempunyai nilai sejarah keuangan daerah Banten tersebut mulai 24 Juli 2025, resmi ditempatkan di Grha Bank Banten yang berlokasi di Jalan Veteran Nomor 4 Cipare, Kota Serang.
Sejarah mencatat, Pers di Banten saat masa penjajahan kolonial Belanda telah menjadi tonggak sejarah. Surat kabar De Banten Bode, De Banten Voreitz, Majalah Utusan Banten, Surat kabar Mingguan Pengharapan Banten yang juga berbahasa Belanda dan Mimbar merupakan cikal bakal kemajuan Banten di bidang media massa di tengah pergolakan politik melawan bangsa penjajah. Pers di Banten ikut mengawal dan sebagai alat perjuangan masyarakat di masa kolonial Belanda.












