SMPN 1 Gunung Sari Sambut Tim Penilai Lomba Perpustakaan Sekolah

Tingkat SMP Kabupaten Serang 2025

Reportase : Edi Junaedi.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.

SERANG | Kabarexpose.com —

Menindaklanjuti surat resmi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang Nomor 000.4.14/50/DPKD/2025 perihal Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), tim penilai dari DPKD Kabupaten Serang melakukan kunjungan penilaian ke SMPN 1 Gunung Sari, pada Jum’at (11/7/2025(, pukul 08.30 SD 11.30 WIB

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lomba perpustakaan sekolah tingkat kabupaten. Dimana bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan terhadap pengelolaan perpustakaan sekolah. Sekaligus memperkuat peran literasi di lingkungan satuan pendidikan.

Sebanyak 10 SMP di Kabupaten Serang, baik negeri maupun swasta, turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

SMPN 1 Gunung Sari menjadi salah satu peserta dari 10 SMP yang mengikuti lomba. Kunjungan penilaian dilakukan oleh tim dari DPKD Kabupaten Serang yang terdiri atas

1. Andi Suriati, S.Kom, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca,

2. Emy Yuniati, SE, Pustakawan Ahli Muda,

3. Zelvi Jonita, S.Sos, Pustakawan Ahli Pertama,

4. Beserta dua staf DPKD lainnya.

Kedatangan tim penilai disambut dengan meriah oleh keluarga besar SMPN 1 Gunung Sari. Diawali dengan persembahan tari selamat datang dari tim seni sekolah dan atraksi semangat dari kelompok drumband siswa. Sambutan hangat tersebut dilanjutkan dengan acara seremoni pembukaan yang berlangsung secara hikmat.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Gunung Sari, Endang Daruqutni, M.Pd, mengungkapkan, rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya untuk turut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

“Kami merasa terhormat dapat mengikuti lomba ini untuk pertama kalinya. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan perpustakaan yang bermutu dan berdampak bagi seluruh warga sekolah,” ujar Endang.

Ia menjelaskan, berbagai program dan layanan yang telah dijalankan oleh perpustakaan sekolah. Termasuk pula integrasi dengan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), penguatan budaya membaca, serta pengelolaan koleksi buku karya warga sekolah.

“Tidak hanya sebagai ruang membaca, perpustakaan kami telah menjadi pusat belajar yang terbuka dan ramah teknologi. Kami juga menghadirkan koleksi cetak dan digital, layanan peminjaman, hingga ruang diskusi literasi kreatif,” imbuhnya.

Salah satu momen istimewa dalam acara pembukaan adalah penampilan pembacaan puisi oleh Firda, siswi yang juga merupakan anggota tim relawan literasi sekolah yang membacakan puisi hasil karyanya. Bait-bait puisi yang dibacakannya menjadi momen reflektif yang menyentuh, memperkaya nuansa literasi dalam suasana formal

Sementara itu, Andi Suriati, S.Kom, selaku Ketua Tim Penilai dan Kabid Pengembangan Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang, turut mengapresiasi semangat dan inovasi yang ditampilkan oleh SMPN 1 Gunung Sari.

“Kami sangat mengapresiasi penyambutan hangat dan semangat literasi yang ditunjukkan oleh sekolah. Ini mencerminkan keseriusan dalam membangun budaya baca dan tata kelola perpustakaan yang baik, lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekosistem literasi di sekolah,” tuturnya

Setelah seremoni, tim penilai melakukan peninjauan langsung ke berbagai ruang dan layanan perpustakaan, mulai dari ruang administrasi, area sirkulasi peminjaman, layanan informasi berbasis teknologi, hingga melihat langsung dokumentasi administrasi, koleksi buku cetak dan digital, serta ruang literasi kreatif.

Salah satu pengelola perpustakaan, Ibu Euis Maesaroh, menyatakan, perpustakaan telah secara aktif menjalin kolaborasi dengan guru dan siswa untuk menciptakan berbagai program literasi, termasuk peluncuran buku antologi karya siswa dan guru yang telah diterbitkan dalam satu tahun terakhir.

Sebagai penutup kegiatan, sekolah menyerahkan secara simbolis beberapa karya terbitan warga sekolah kepada tim penilai, sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan budaya literasi dan produktivitas menulis.

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Akan tetapi juga sarana pembinaan untuk memperkuat kebermanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, tempat tumbuhnya inovasi, dan ruang inspirasi bagi generasi literat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *