Jakarta | KABAR EXPOSE.com —
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan, sampai saat ini masih membutuhkan tenaga guru honorer.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani mengatakan, keberadaan guru honorer yang ada saat ini diimbau untuk tidak di rumahkan.
“Guru-guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran,” kata Nunuk dikutip dari keterangan tertulis, pada Rabu (15/4/2026).
Nunuk menjelaskan, dalam lingkup nasional, tantangan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi isu strategis di Indonesia.
Mengingat, hampir setiap tahun ada sekitar 70.000 hingga 80.000 guru yang memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru terus terakumulasi.
“Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70.000 hingga 80.000. Kekurangan ini terus terakumulasi, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” ujarnya.
Nunuk juga menegaskan, tidak hanya upaya pemenuhan jumlah pendidik, Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan kualitas guru melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik guru.
Saat ini, lanjut Nunuk, capaian sertifikasi guru secara nasional telah melampaui 92 persen.
“Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ucap Nunuk.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti sebelumnya mengatakan, sebanyak 150.000 guru belum D4 atau S1 akan mendapatkan beasiswa pendidikan pada tahun 2026.
Mu’ti menuturkan, beasiswa itu akan diberikan dalam mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mulai tahun 2026.
Ia menambahkan, tahun 2025 pemerintah telah diberikan beasiswa pada 12.500 guru dengan nominal sebesar Rp 3 juta per semester. (Hrz/Red).












