Reportase : Ilham Nurdainsyah Putra.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
SERANG | Kabarexpose.com —
Pemerintah Desa Lebak Wangi melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek), terkait Pelatihan Peternakan Bebek Petelur kepada pengirus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Kepala Desa Lebak Wangi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (3/7/2025).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Lebak Wangi, Titin Fatimah, bersama Sekretatis Desa, Mansur, dan para staf desa, Ketua Bumdes Pelangi Sejahtera, Baron Mulyadi bersama segenap jajaran pengurus, Kasi PMD Kecamatan Lebak Wangi, Misondari,.Kasi Kesos, Ketua BPD Desa Lebak Wangi, Basuni, Pendamping Kecamatan Lebak Wangi, Dona Romadona. Kegiatan ini dengan menghadirkan Narasumber dari UPT Pertanian Bidang Pertanian Koordinator Penyuluhan Kecamatan Lebak Wangi, Aji Rosari Amandayu bersama Tim.

Kepala Desa Lebak Wangi, Titin Fatimah, menyatakan, Bimtek Pelatihan Peternakan Bebek Petelur bagi Pengurus Bumdes Lebak Wangi adalah yang pertama. Bahkan, untuk se-Kecamatan Lebak Wangi, Desa Lebak Wangi adalah yang pertama melaksanakan Bimtek.
“Alhamdulillah, untuk Bimtek terkait Pelatihan Peternakan Bebek Petelur ini yang pertama dilaksanakan, dan untuk di Kecamatan Lebak Wangi, Desa Lebak Wangi yang pertama. Diketahui bahwa peternakan bebek petelur ini hanya satu titik dan dikelola oleh Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi, tidak diberikan kepada perorangan, Hal ini sudah menjadi ketetapan pemerintah dan harus dijalankan,
Menurut Titin, Bundes Desa Lebak Wangi bukan milik Kades atau milik Ketua Bumdes saja. Akan tetapi, milik desa dan milik masyarakat Desa Lebak Wangi, “Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Karena itu kepada pengurus Bumdes agar dapat bekerja dengan baik dan dapat membawa Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi lebih baik dan berkembang ke depannya,” ujar Titin Fatimah.
Masih di tempat yang sama, Kasi PMD Kecamatan Lebak Wangi, Misondari, mengatakan, Pengurus Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi, harus bisa bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah agar dapat menjalankan Bumdes secara maksimal, Perlu diperhatikan bahwa pengurus Bumdes harus aktif dalam pelaporan baik penggunaan anggaran maupun perkembangannya, Karena kalau ada audit dari petugas, maka langsung ke pengurus Bumdes, “Semoga ke depannya Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi dapat terus maju dan sukses,” ucap Misondari
Sementara itu, Ketua BPD Desa Lebak Wangi, Basuni, menambahkan, pengelolaan Anggaran Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Bumdes harus hati-hati dan penuh tanggung jawab, Karena tujuan Bumdes ini secara mendasar adalah untuk mensejahterakan masyarakat Desa Lebak Wangi,
Karena itu, katanya, para pengurus Bumdes dituntut bekerja secara maksimal, disiplin dan sesuai aturan yang berlaku, Dengan demikian, diharapkan Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi, dapat menjadi contoh dan pionir bagi wilayah lain.
Pendamping Kecamatan Lebak Wangi, Dona Romadona, menjelaskan, saat ini peruntukkan anggaran ketahanan pangan sebesar 20% dari ADD, dikelola oleh Bumdes. Hal ini sesuai Kepmendes No.3 Tahun 2025. “Kepada pengurus Bumdes harus hati-hati dan selektif dalam penggunaan anggaran, Karena akan diminta laporan pertanggung jawabannya.
“Diharapkan ke depannya Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi dapat terus maju dan berkembang serta mampu memaksimalkan dana 20% yang digulirkan pemerintah,” beber Dona Romadona.
Dalam pemaparan materi oleh Narasumber, Aji Rosari Amandayu, selaku Koordinator Penyuluh Kecamatan Lebak Wangi, dari UPT Pertanian, menuturkan, secara detail terkait teknis budidaya bebek petelur, mulai dari tempat, bibit, pakan dan vitamin hingga sistem budidaya semua dijelaskan secara rinci dan detail, Pokok pertama harus fokus menjadi perhatian sejak awal adalah mengenai pembelian bibit bebek, harus memperhatikan lingkungan bibit bebek.
Menurut ia, apakah bibit tersebut intensif atau non intensif. Jadi pengurus Bumdes harus penyesuaian dengan kebiasaan bibit bebek tersebut, Selain itu, terkait umur bibit, saat mobilisasi atau pengangkutan bibit berupaya dalam penyesuaian suhu. Contoh bisa dibawa malam hari dan selama 7 hari berturut-turut diberikan vitamin dan kalsium, Hal ini untuk menghindari stress pada bibit, “Mengenai pemberian pakan petugas harus konsen dalam pemeliharaan dan perawatan, Terakhir, pakan jangan gonta-ganti untuk menghindari penurunan produksi,” jelas Aji Rosari Amandayu.
Diketahui, jumlah bebek petelur yang akan di budidaya oleh Bumdes Pelangi Sejahtera Desa Lebak Wangi, tercatat sebanyak 400 ekor, Pengurus berkomitmen akan membawa kemajuan Bumdes Pelangi Sejahtera. Sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Lebak Wangi.












