Casino, Surga Bagi Penggila Judi

Oleh : HAIRUZAMAN

(Penulis ialah Pemerhati Masalah Phatologi Sosial)

Belakangan ini masyarakat menyoroti ide gila artis Raffi Ahmad, untuk membuka Casino di Indonesia. Tentu saja, ide gila Raffi Ahmad itu mendapatkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya, judi merupakan musuh besar bangsa Indonesia yang berdampak buruk terutama bagi moral generasi muda. Tak pelak, apabila ide gila Raffi Ahmad tersebut menuai kecaman.

Pusat Casino terbesar di dunia adalah Las Vegas yang berada di Negeri Paman Sam. Di kota itu, semua jenis permainan judi cukup lengkap. Namun, ternyata Casino di Las Vegas itu masih kalah dengan yang terdapat di Winstar World Casino Oklahoma di Amerika Serikat dengan luas 55.000 m². Oklahoma adalah pusat Casino terbesar si belahan dunia dan pertama kali dibuka pada 2003 silam. Akan tetapi, lokasi judi terbesar itu sempat direnovasi secara besar-besaran sekitar tahun 2013.

Selain Casino terbesar terdapat di Las Vegas di Negeri Paman Sam, ada beberapa lokasi lain yang terkenal sebagai surga para penggila judi antara lain, Casino Lisboa di Portugal. Casino ini dibuka oleh Estoril-Sol pada 2006. Kendati pembangunannya sempat berseberangan dengan pemerinrah setempat karena praktik perjudian itu dinilai ilegal.

Casino terbesar lainnya di dunia adalah MGM Grand Las Vegas, sekaligus menyediakan hotel yang bermarkas di Las Vegas Strip, Nevada. Kemudian ada pula Casino di Sands Macau, China. Casino Sands Macau China dirancang oleh arsitek termashur Amerika Serikat, Paul Steelman dan berukuran terbesar di Macau China.

Ada pula Casino terbesar di Tusk Rio Casino Resort-Klerksdrop, Afrika Selatan dan di Foxwoods Resort Casino-Ledyard, Connecticut, dengan berbagai permainan judi mulaii dari blackjack, craps, roulette sampai poker. Tersedia pula mesin slot yang begitu banyak di dunia mencapai 7.000 mesin.

Casino ialah surganya bagi para pengguna judi di dunia. Sambil bertaruh di meja judi, para penjudi menenggak minuman keras yang memabukkan dengan temaram lampu diskotek serta ditemani kupu-kupu malam. Sebuah tempat bersenang-senang dan maksiat yang berlabel stigma negatif lainnya.

Baik Casino, judi online maupun yang sejenisnya. Dimana belakangan ini kian marak terjadi di Indonesia. Tentu saja kehadirannya harus ditolak dan diperangi. Pasalnya, hal itu akan dapat merusak akhlak dan mental para generasi muda Indonesia. Apalagi, dalam ajaran agama Islam juga melarang umatnya untuk berjudi.

Karena itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pula intervensi pemerintah untuk memerangi casino dan judi online dinilai cukup krusial. Sebab, hal ini guna menuju Indonesia emas pada tahun 2045 mendatang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *