Serang | KABAR EXPOSE.com —
Masyarakat di wilayah Kecamatan Cikeusal dan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, berharap pelaksanaan tradisi Bedolan Bendungan Panyabrangan segera dilaksanakan.
Bendungan bersejarah tersebut berada di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pamarayan. Tradisi pengeringan bendungan yang sudah ada sejak zaman Belanda ini selalu dimanfaatkan warga Cikeusal, Pamarayan, bahkan dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang untuk mencari ikan bersama. Tradisi ini telah menjadi simbol bahwa bendungan ini adalah milik rakyat yang harus dirawat dan dijaga bersama.
Menurut Tokoh Masyarakat Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Uca, saat ditemui awak media pada Sabtu (10/10/2026), pelaksanaan bedolan mengalami pengunduran jadwal.
“Bedolan yang biasanya dilaksanakan tanggal 10 Oktober, diundur waktunya menjadi tanggal 17 Oktober 2026,” papar Uca.
Ia menjelaskan, banyak persiapan yang harus dilakukan karena acara ini merupakan pesta rakyat Provinsi Banten.
“Seperti biasa, sebelum pelaksanaan bedolan akan ada acara istighosah, wayang golek, pasar rakyat dan bazar UMKM sesuai adat. Acara nanti akan dihadiri langsung oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Serang,” jelasnya.
Uca juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Andri Kurniawan, S.I.K., yang telah mendukung acara dengan menyumbang pertunjukan wayang golek.
“Oleh sebab itu, mari kita sambut pesta rakyat kita ini dengan penuh gembira. Kami menghimbau agar seluruh masyarakat pada saat acara bedolan nanti dapat merayakan dengan tertib dan selalu menjaga keamanan, agar pesta rakyat kita bersama masyarakat Banten ini dapat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.












