Budaya  

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemdes Pasir Limus Gelar Tradisi Ruwatan Bumi Secara Swadaya

Reporter: Sukardi / Antoni.

Editor : Nono.

Serang |KABAR EXPOSE.com —

Pemerintahan Desa Pasir Limus bersama masyarakat menggelar acara tradisi tahunan Ruwatan Bumi dengan mengusung tema “Menjaga dan Melestarikan Budaya Ruwatan Bumi”_

Acara adat tersebut digelar di samping kediaman Kepala Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (2/10/2026).

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesuburan tanah, kelimpahan hasil panen, dan keselamatan seluruh warga Desa Pasir Limus.

Kemeriahan acara semakin semarak dengan kehadiran seni tradisional Sunda, yaitu Wayang Golek Gending Komara Putri dengan Ki Dalang Imam R. Cecep Supriyadi dari Karawang, Jawa Barat, yang berhasil menghibur ratusan warga yang hadir hingga larut malam.

Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Pasir Limus, Yanto, Muspika Kecamatan Pamarayan, Babhinkamtibmas Polsek Pamarayan Polres Serang, para Ketua RT/RW, BPD, ibu-ibu kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Pasir Limus.

Kepala Desa Pasir Limus, Yanto, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan bergotong-royong menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan, kegiatan tahun ini murni hasil dari swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran Dana Desa.

“Kami sengaja tidak menggunakan anggaran Desa, agar warga bisa merasakan tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap tradisi ini. Ini bukti bahwa adat masih hidup di Desa Pasir Limus,” ujar Yanto.

Yanto juga berharap tradisi Ruwatan Bumi ini terus dilestarikan sebagai warisan leluhur.

“Tradisi ini milik masyarakat dan harus dilestarikan, agar kita di dalam kehidupan bermasyarakat selalu menjaga kekompakan dan saling bergotong-royong. Dengan saling berbagi rezeki antar sesama dan selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, semoga hasil panen kita di tahun ini dan tahun mendatang bisa lebih melimpah lagi,” pungkasnya.

Warga pun menyambut antusias tradisi tersebut dan berharap Pemdes Pasir Limus konsisten menjaga budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *