Forkopimcam Cikeusik Resmikan Pembangunan Jembatan

Reportase : Endang Jubaedi.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.

Pandeglang | KABAR EXPOSE.com

Jembaatan penghubung antar Desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Selesai dibangun.

Jembatan yang menghubungkan dua Desa, Desa Rancaseneng dengan Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, diresmikan, Senin, 31 Agustus 2026
Keterangan Ketua Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kecamatan Cikeusik, Wahyu Awaludin, S.E, M.AB, pada peresmian jembatan tersebut, masyarakat patut bersyukur karena jembatan yang selama ini diharapkan akhirnya dapat berdiri kokoh dan kembali memberikan akses penghubung bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur bahwa saat ini jembatan yang diharapkan oleh masyarakat telah berdiri kokoh. Jembatan yang menghubungkan Desa Ranca Seneng dan Desa Sukaseneng ini mempunyai kedudukan yang sangat vital bagi mobilisasi masyarakat,” ungkap Wahyu Awaludin.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada prajurit Kodim 0601/Pandeglang serta masyarakat yang ikut bergotong royong dan mengambil bagian dalam proses pembangunan jembatan tersebut.

Sementara, Danramil 0116/Cikeusik, Kapten Inf Purgiarto, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang jadi harapan masyarakat.

“Pembangunan jembatan Karangjongkeng ini sekitar 22 hari. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat bersama harapan masyarakat, yaitu memiliki jembatan yang kokoh,” ujar Kapten Inf Purgiarto.

Lanjut Danramil, keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, guna menunjang perekonomian warga, serta hal lainya.

“Semoga jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat untuk menunjang perekonomian, serta akses anak sekolah. Kami menitipkan kepada masyarakat agar jembatan ini dirawat, sehingga penggunaannya bisa lebih panjang dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Pjs, Kepala Desa Ranca Seneng, Ade Suhendi, SKM., S.Kep., Ners., M.H., mengatakan, Jembatan Karangjongkeng merupakan akses yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Sebelum jembatan ini dibangun, kerap terjadi persoalan serius ketika musim hujan, yakni meluapnya air sungai membuat aktifitas masyarakat terhambat, begitu juga anak sekolah.

“Jembatan Karangjongkeng ini merupakan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pada musim hujan, air meluap dan tidak sedikit anak sekolah yang tidak bisa belajar karena jembatan tidak dapat dilalui akibat deras Daan meninggi aliran air,” kata Ade Suhendi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *