Serang | KABAR EXPOSE.com —
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, saat ini tengah berupaya untuk mengebut perbaikan gedung kelas yang mengalami rusak di Kabupaten Serang.
Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan perbaikan pada gedung kelas rusak melalui berbagai program, seperti program revitalisasi gedung kelas dari pemerintah pusat juga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang tahun 2026.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menyatakan, pada tahun 2026 ini pihaknya telah mengajukan perbaikan gedung kelas rusak ke kementerian untuk ditindaklanjuti melalui program revitalisasi gedung kelas.
Hasilnya, tercatat sekitar 112 gedung PAUD, SD sebanyak 61, SMP 28 dan PKBM sebanyak dua gedung. “Kita mengejar program revitalisasi, saat ini masih berproses. Ada yang sudah SPK, ada yang proses bimtek dan lain sebagainya,” ujarnya, Senin 17 Agustus 2026.
Selain itu, lanjut Aber, pihaknya juga pada tahun ini menganggarkan untuk pembangunan gedung kelas melalui APBD Kabupaten Serang. Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan gedung kelas mencapai Rp20 miliar.
“Sekarang sedang berproses di ULP. Memang anggaranya tidak banyak yakni sekitar Rp20 miliar, ini sekitar 8 sampai 10 ruang kelas,” bebernya.
Ia mengatakan, di Kabupaten Serang sendiri ruang kelas yang mengalami kerusakan masih sangat banyak. Tercatat untuk ruang kelas SD ada sekitar 875 mengalami rusak berat, SMP sebanyak 352.
“Makanya sekarang menjelang perubahan ini kami sedang melobi agar Bapperida dan BPKAD menganggarkan. Karena kalau anggarannya kecil kapan akan selesai,” ujarnya.
Menurutnya, kendati tahun ini Kabupaten Serang mendapatkan kuota cukup banyak untuk perbaikan gedung kelas melalui program revitalisasi, namun tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pada program tersebut.
“Karena kan satu Indonesia yang ditangani, jadi harus seimbang dari program revitalisasinya besar, dari APBD juga besar,” ujarnya.
Ia menargetkan, pembangunan bisa dimulai di akhir Agustus 2026. Sehingga pembangunan gedung kelas bisa dituntaskan di tahun ini.
“Sehingga September 2026 ini kita sudah mulai pembangunan. Kalau revitalisasi memang sudah mulai berjalan, hanya saja kalau revit kita tidak punya kewenangan apa-apa, langsung dari pusat ke sekolah uangnya,” pungkasnya. (Hrz/Red).












