Warga Kampung Besi Lebak Gelar Maulid Nabi Muhammad 1448 H, Lestarikan Tradisi Keceran

Reportase : Nono.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.

Serang | KABAR EXPOSE.com

Warga Kampung Besi Lebak RT 19 RW 04, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, pada Sabtu [15/8/2026].

Acara yang mengusung tema “Guna Membangkitkan Jiwa Muda Dalam Menjalankan Syariat Islam” ini dihadiri tokoh masyarakat Abah Sampir, Kepala Desa Sangiang, Sugeng Wahyono, Ketua BPD, para ustadz, santri/santriwati, ibu-ibu majelis taklim, dan tamu undangan.

Turut hadir pula penceramah KH. Syahril Sidiq dari Bogor dan Qori Ustadz Subhi dari Serang. Jajaran panitia juga tampak hadir untuk mensukseskan acara.

Acara Keceran

Rangkaian kegiatan diawali dengan tradisi “keceran” pada pukul 04.00 WIB. Tradisi ini merupakan pembagian makanan secara gotong royong kepada warga.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah agama.

Lestarikan Budaya Lokal Bernilai Islami

Tokoh masyarakat, Abah Sampir mengatakan, peringatan Maulid Nabi ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu diisi dengan keceran. Tujuannya agar budaya lokal yang bernilai Islami tidak punah.

“Karena keceran ini merupakan warisan para leluhur yang sejalan dengan ajaran Nabi, yang selalu suka berbagi dan bergotong royong untuk kebaikan. Oleh sebab itu mari kita jaga bersama agar generasi kedepannya anak cucu kita dapat melanjutkan,” ucap Sampir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak. Menurutnya, sinergitas dan antusiasme masyarakat menjadi bukti kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Saya juga merasa senang dan bangga anak-anak yang diasuh di Padepokan Pencak Silat Pagar Desa [PPSPD] sampai sekarang masih mau dan semangat untuk melestarikan keceran,” paparnya.

Kades dan Penceramah Beri Pesan

Kepala Desa Sangiang Sugeng Wahyono dalam sambutannya mengajak warga menjadikan momentum Maulid Nabi dan keceran sebagai sarana mempererat silaturahmi.

“Mari kita jadikan sebagai sarana untuk lebih mempererat lagi silaturahmi, meningkatkan iman dan takwa, serta memperkuat gotong royong,” katanya.

Sementara itu, penceramah KH. Syahril Sidiq dalam tausiyahnya berpesan kepada para jamaah untuk selalu berzikir, bersyukur, dan bersabar. Serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar sukses dunia dan akhirat.

Di akhir acara, Kepala Desa juga berpesan agar warga selalu hidup rukun, saling mengasihi, menjaga lingkungan, dan senantiasa menjaga kebersihan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *