Kota Serang | KABAR EXPOSE.com —
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten akan menggelar Musyawarah Daerah VI pada 11–13 Desember 2026. Musda menjadi agenda strategis untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan arah kebijakan, serta meneguhkan khidmat ulama dalam menjawab persoalan umat.
Ketua Umum MUI Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I., menegaskan, isu keumatan tetap menjadi fokus utama. “MUI harus hadir di tengah umat, tidak hanya memberi panduan keagamaan, tetapi juga merespons persoalan sosial dengan pendekatan bijak, moderat, dan maslahat,” ujarnya, Senin, 15 Juli 2026.

Persiapan Musda terus dimatangkan. KH. Bunyamin Hafidz ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC). Sementara Dr. H. Abdul Rojak, MA, memimpin Organizing Committee (OC).
KH. Bunyamin Hafidz meminta Musda menjadi forum permusyawaratan berkualitas yang melahirkan rumusan kebijakan menjawab tantangan keumatan di Banten. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana Musda penuh ukhuwah dan mengutamakan kepentingan umat, bukan sekadar agenda organisatoris.
Ketua OC, Dr. H. Abdul Rojak, MA, menyebut panitia terus memperkuat koordinasi teknis. “Mulai dari tempat, agenda, peserta, hingga kebutuhan teknis lain kami siapkan agar Musda tertib, lancar, dan sesuai AD/ART,” katanya.
Musda VI juga akan merefleksikan sejumlah capaian MUI Banten. Di antaranya, menjadi MUI provinsi pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. MUI Banten juga tercatat sebagai MUI Provinsi terbaik se-Indonesia.
Penguatan tata kelola itu diperkuat capaian LPPOM Banten yang pada 2026 meraih The Most Improved Governance Award Established Provinces 2026 kategori nasional.
Melalui Musda VI, MUI Banten diharapkan menjaga kesinambungan capaian sekaligus melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan umat. (Hrz/Red).












