Lebak | KABAR EXPOSE.com —
Sejumlah warga dan pedagang di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dinilai cepat habis saat digunakan. Kondisi itu menimbulkan keresahan karena mengganggu kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha..
Salah seorang warga Kampung Kongsen, Ina, mengaku merasakan perbedaan signifikan dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut tabung LPG 3 kilogram yang biasanya bertahan beberapa hari, kini lebih cepat habis meski pola pemakaiannya tidak berubah.
“Dulu satu tabung gas 3 kilogram bisa untuk memasak sampai tiga hari. Sekarang baru dipakai beberapa jam sudah habis, padahal harganya tetap Rp23 ribu per tabung,” ungkap Ina kepada awak media, Sabtu (27/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pelaku usaha kecil yang mengandalkan LPG bersubsidi. Seorang pedagang ayam goreng mengaku dirugikan karena tabung gas baru hanya mampu digunakan dalam waktu singkat.
“Baru dipakai untuk mengukus ayam sebentar, tiba-tiba api padam dan gasnya sudah habis. Kami heran dan berharap ada pengecekan lebih lanjut terkait hal ini,” ujarnya.
Menurut warga dan pedagang, kondisi tersebut tidak hanya menambah beban pengeluaran karena harus lebih sering membeli tabung, tetapi juga menghambat aktivitas memasak dan kelancaran usaha.
Masyarakat berharap Pertamina dan instansi berwenang melakukan pengawasan serta pemeriksaan menyeluruh terhadap distribusi dan kualitas isi LPG 3 kilogram di pasaran. Mereka meminta kepastian bahwa isi tabung yang diterima sesuai standar yang ditetapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan tersebut. Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar kebutuhan energi rumah tangga dan usaha kecil tetap terpenuhi. (Cecep/Red).












