Sosok  

Nanik S. Deyang, dati Wartawan hingga Dilantik Kepala BGN

Jakarta | KABAR EXPOSE.com

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik Sudaryati Deyang tumbuh dengan minat besar pada ilmu pengetahuan dan isu-isu sosial. Ia menempuh pendidikan sarjana Biologi di Universitas Jenderal Soedirman, lalu melanjutkan studi magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada. Latar belakang akademik yang memadukan sains dan lingkungan ini kelak membentuk cara pandangnya dalam melihat persoalan kemiskinan dan gizi masyarakat.

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Nanik mengawali karier sebagai wartawan di _Tabloid Bangkit_. Dunia jurnalistik menempa kemampuannya dalam komunikasi publik, investigasi, dan memahami denyut masalah akar rumput. Kedekatannya dengan isu sosial membawanya terlibat sebagai tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Ketika Prabowo terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2024, Nanik dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 22 Oktober 2024, mendampingi Budiman Sudjatmiko. Di tengah masa tugasnya, ia juga diangkat sebagai Komisaris Independen Pertamina pada 12 Juni 2025, menunjukkan kepercayaan negara terhadap integritas dan kapasitas manajerialnya.

Perjalanan pengabdiannya berlanjut ke sektor gizi. Pada 17 September 2025, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ke-2 mendampingi Dadan Hindayana. Di BGN, ia menangani Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi – posisi yang sejalan dengan latar belakang jurnalistiknya.

Hanya berselang kurang dari setahun, pada 2 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Badan Gizi Nasional sebagai Kepala BGN ke-2, menggantikan Dadan Hindayana. Ia didampingi Agustina Arumsari Trenggono sebagai Wakil Kepala.

Peralihan dari dunia media ke birokrasi pengentasan kemiskinan, lalu ke isu gizi nasional, memperlihatkan benang merah karier Nanik: mengangkat isu warga yang paling rentan. Dengan bekal ilmu biologi, kehutanan, pengalaman investigasi, dan komunikasi publik, ia kini memimpin BGN dengan mandat memperbaiki status gizi masyarakat Indonesia. (Hrz/Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *