Lebak | KABAR EXPOSE.com —
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengusulkan lima desa pesisir untuk dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan fasilitas dan produksi perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana menyampaikan, usulan tersebut telah diajukan dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ia menegaskan, proses survei awal juga sudah dilakukan oleh pihak kementerian. “Kami sudah mengusulkan lima desa dan semuanya telah disurvei oleh KKP. Sekarang kami menunggu penetapan desa mana yang akan dipilih,” ujar Winda Triana, Jum’at, 1 Mei 2026.
Kelima desa yang diusulkan tersebut meliputi Desa Muara Binuangeun, Bayah Barat, Cirendeu, Sawarna, dan Dharmasari. Desa-desa tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam sektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Winda menjelaskan, program KNMP direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2026. Oleh karena itu, pihaknya berharap KKP dapat segera menentukan satu desa prioritas dari lima kandidat yang telah diajukan.
“Karena target pembangunan dimulai 2026, kami berharap keputusan bisa segera keluar agar persiapan bisa lebih matang,” katanya.
Program KNMP merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Fokus utama program ini adalah penyediaan fasilitas pendukung yang mampu meningkatkan produktivitas nelayan.
Menurut Winda, mayoritas masyarakat di wilayah pesisir Lebak menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Dengan adanya program ini, diharapkan pendapatan mereka dapat meningkat secara signifikan.
“Konsep KNMP adalah menyediakan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan nelayan, mulai dari produksi hingga distribusi hasil tangkapan,” bebernya.
Salah satu fasilitas utama yang direncanakan adalah pembangunan cold storage atau ruang penyimpanan ikan berpendingin. Fasilitas ini mampu menampung hingga 10–20 ton ikan, sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga. Dengan adanya penyimpanan yang memadai, nelayan tidak perlu menjual ikan secara terburu-buru dengan harga rendah.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual ikan di pasaran. Program KNMP juga mencakup pembangunan stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) khusus nelayan. Fasilitas ini akan memudahkan akses bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau. Tidak hanya itu, akan dibangun pula tempat penambatan perahu nelayan yang aman dan tertata.
Infrastruktur ini penting untuk mendukung aktivitas melaut agar lebih efisien dan terorganisir. Winda menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program ini dapat berjalan sesuai rencana. Ia optimistis salah satu desa di Lebak akan terpilih menjadi lokasi KNMP.
“Kami yakin dengan potensi yang ada, Lebak memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari program ini dan membawa dampak positif bagi masyarakat pesisir,” ucapnya. (Nono/Red).












