Menu MBG Tak Layak Konsumsi, Layanan SPPG Pamarayan 04 Dikeluhkan Masyarakat

BGN Diminta Berikan Sangsi

Reportase : Ujang Sutisna / Nono.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.

Serang | KABAR EXPOSE.com

Pelayanan Satuan Pelayanan Pemebuhan Gizi (SPPG) Pamarayan 04, Kqbuoaten Serang, dinilai buruk. Pasalnya, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada penerima manfaat tidak layak untuk dikonsumsi dan tidak higienis. Tak pelak, akibatnya para penerima manfaat menjadi mengeluh.

Kepala sekolah dan dewan guru SDN 2 Pamarayan menyoroti buruknya pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh SPPG Pamarayan 04. Mereka mengaku kecewa lantaran sering lalai dalam pelaksanaan program, pada Rabu (22/4/2026).

Para saksi di sekolah SDN 2 Pamarayan itu di antaranya Kepala Sekolah, Lasmini, S.Pd, Sukron, S.Pd, Elvy, S.Pd, Suherni, S.Pd, dan Encep Nurjaya, S.Pd.

“Sejak awal program MBG yang dikelola dapur SPPG Pamarayan 04 sampai April 2026 ini, tim Aslap belum pernah datang langsung ke sekolah untuk melakukan koordinasi. Semua kejadian di lapangan tanpa komunikasi yang jelas,” kata Sukron, saat ditemui awak media, pada Rabu (22/4/2026).

Ia menyebut, temuan di lapangan cukup memprihatinkan. Di antaranya roti berjamur, sayur masih ada ulat dan plastik, hingga dimsum yang di dalamnya terdapat semut. Kejadian serupa juga kembali terulang hari ini.

“Malam kemarin bukan Kepala SPPG, Nidam yang banyak bicara, justru Aslap. Padahal seharusnya Nidam yang bicara karena Aslap yang punya peran di SPPG Pamarayan 04. Tapi Nidam diam saja,” ujarnya.

Sukron menegaskan, kondisi ini bentuk penghinaan terhadap pihak sekolah. “Naikkan saja beritanya, karena ini sudah keterlaluan,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah mengirim surat resmi kepada Kepala SPPG Pamarayan 04.. Dalam surat itu disebutkan bahwa pelaksana Aslap belum optimal dan berdampak pada buruknya komunikasi dengan pihak sekolah.

Pihak sekolah berharap ada evaluasi menyeluruh, koordinasi yang terjadwal, serta kehadiran tim Aslap di lapangan ditingkatkan demi menjaga kualitas dan kelancaran program MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *