Di Lebak, Seribu Unit RTLH Bakal Dibedah

Reportase : Nono / Sukardi.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

Lebak | KABAR EXPOSE.com

Pemerintah Kabupaten Lebak, memprogramkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1.122 unit pada tahun 2026 guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak, sehat, dan nyaman bagi warga.

“Program bedah rumah tidak layak huni sebanyak 1.122 unit ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, dari total 1.122 unit tersebut, sebanyak 261 unit akan dibiayai melalui Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak. Sementara itu, sebanyak 861 unit lainnya akan dibiayai melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari APBN.

Setiap penerima bantuan akan memperoleh dana stimulan sebesar Rp20 juta per unit yang digunakan untuk membeli material bangunan serta biaya tenaga kerja. “Kami berharap program bedah rumah yang dibiayai pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa dilaksanakan pada pertengahan tahun ini dan berjalan lancar,” kata Iwan.

Ia menegaskan penerima program dipastikan berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah yang benar-benar membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari sisi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan tempat tinggal.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah rumah rusak berat dan rusak sedang di Kabupaten Lebak masih mencapai sekitar 88 ribu unit. Karena itu, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Hasbi Asyidiki terus berupaya menekan angka tersebut secara bertahap.

Selain meningkatkan kualitas hunian, program bedah rumah juga menjadi bagian dari percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. “Kami berkomitmen membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar mendapatkan bantuan dana stimulan untuk memperbaiki rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi layak huni,” ujarnya.

Akademisi Universitas Latansa Mashiro Rangkasbitung, Mochamad Husen, menilai program kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat ini sangat penting bagi masyarakat. “Program bedah rumah ini sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan hunian layak,” ucap Husen.

Ahmad, warga Kecamatan Kalanganyar, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut karena kondisi rumahnya sebelumnya hampir roboh. “Kami berharap melalui program bedah rumah ini bisa memberikan kenyamanan, kesehatan, dan keamanan bagi keluarga kami,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *