Rwportase : Babay Suiah.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Cilegon | KABAR EXPOSE.com —
Insiden longsor di SMP Negeri 15 Kota Cilegon tidak membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut telah melalui kajian studi kelayakan yang matang dan tidak dilakukan secara serampangan.
Heni menjelaskan bahwa lokasi sekolah awalnya direncanakan di Cupas, namun karena masuk dalam kawasan hutan lindung dan ruang terbuka hijau (RTH), maka lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk pembangunan gedung sekolah. Akhirnya, dipilih lokasi di kawasan Gerem Kewiste.
Keberadaan SMPN 15 Kota CilegonĀ merupakan jawaban atas kebutuhan riil masyarakat, yaitu menampung lulusan dari SDN Cikuasa 2, SDN Gerem 2, dan SDN Gerem 3 yang kesulitan akses sekolah lanjutan.
Heni menekankan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utama longsor, bukan kegagalan perencanaan. Dindikbud Cilegon bergerak cepat untuk memperbaiki kerusakan dan memastikan hak belajar siswa tidak terganggu.












