Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Cilegon | KABAR EXPOSE.com —
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, memberikan peringatan keras kepada seluruh mahasiswa penerima program Beasiswa “Cilegon Juare”. Mahasiswa yang terbukti bermain judi online (Judol), maka akan langsung digugurkan haknya sebagai penerima beasiswa.
Peringatan ini disampaikan saat Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 511 penerima beasiswa, pada Selasa (11/11/2025).
Kepala Bagian (Kabag) Kesehjateraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah, menyatakan, dirinya secara lugas meminta agar para mahasiswa menjauhi judol dalam bentuk apa pun. “Jika ada yang terbukti terindikasi judol, maka penerima beasiswa akan gugur, akan kita tindak lanjuti,” tandas Rahmatullah.
Ia menekankan, bahwa aktivitas judol dapat berdampak serius pada riwayat keuangan penerima beasiswa, yang terdeteksi oleh sistem perbankan. “Memang seperti itu, ada dipantauan bank dimanapun kalau rekening atau track record-nya dapat terlihat. Saya harap jangan sampai ada yang mengalami hal ini,” imbuhnya.
Kendati peringatan dikeluarkan, Rahmatullah memastikan bahwa saat ini belum ada laporan mengenai mahasiswa penerima Beasiswa “Cilegon Juare” yang terlibat judol. “Saya juga belum menerima data kalau memang ada mahasiswa yang terpilih Beasiswa Cilegon Juare terindikasi judol. Jangan sampai ada,” urainya.
Pihak Kesra Pemkot Cikegon juga menyebutkan bahwa belum ada rekening mahasiswa yang diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Sampai saat ini belum ada informasi rekening mahasiswa yang terblokir PPATK, atau kalau ada yang begitu nanti kita lakukan pembinaan,” jelas Rahmatullah.
Senada dengan Pemkot Cilegon, pihak perbankan juga mengingatkan resiko judol. Kepala Kantor Kas Kranggot PT BPRS CM, Eni Nuraeni menjelaskan, judol dan pinjol (Pinjaman Online) sangat mempengaruhi riwayat keuangan dan dapat berujung pada pemblokiran rekening.
“Apalagi kalau terindikasi judol, maka PPATK akan langsung memblokir,”
Ia juga menyoroti adanya indikasi judol yang terselip dalam game online tanpa disadari.
“Dari game online juga terdapat indikasi judol juga, Kadang gak sadar kalau itu judol. Nantinya akan berpengaruh kesulitan saat akan membuka rekening di kemudian hari,” terangnya
Eni Nuraeni mengatakan, saat ini seluruh proses pembukaan rekening bagi Penerima beasiswa “Cilegon Juare” berjalan lancar tanpa ada kasus judol atau pemblokiran PPATK.












