Polemik Limbah PT. IKPP, Kades Jeruk Tipis Sebut Kehadiran Babinsa Redam Keributan

Reportase : Maswi.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.

Serang | KABAR EXPOSE.com —

Kepala Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Setang, Banten, Aceng Supandi, menegaskan, keributan antar warga yang terjadi di kawasan limbah PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) bukan karena adanya beking dari aparat keamanan. Menurutnya, kehadiran Babinsa di lokasi murni atas permintaan pihak pemerintahan desa untuk meredam potensi bentrokan.

“Saya sendiri yang meminta Babinsa turun, karena khawatir perselisihan meluas menjadi kerusuhan,” kata Aceng saat ditemui di Desa Jeruk Tipis, pada Sabtu, 6 September 2025.

Kericuhan dipicu oleh persoalan pembagian jatah limbah yang bernilai ekonomi dari PT. Indah Kiat. Dalam surat bernomor 275/PR/IKPP/IX/2013, perusahaan menunjuk empat desa di sekitar pabrik antara lain, Desa Tegal Maja, Kragilan, Jeruk Tipis, dan Desa Sentul sebagai pengelola. Aceng menyebut, sejak masa kepemimpinannya, pengelolaan tersebut sudah diarahkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih tertib dan merata.

Namun, ia menuding ada oknum warga yang berusaha untuk menguasai pengelolaan limbah tanpa mengikuti mekanisme musyawarah desa. “Saya sudah mengusulkan sistem bergilir antar RT agar semua warga Desa Jeruk Tipis bisa merasakan manfaatnya, bukan hanya segelintir orang,” ujarnya.

Rasman, pengurus BUMDes Jeruk Tipis, membenarkan bahwa keributan terjadi akibat gesekan antara warga setempat dan kelompok luar desa. Ia menuturkan, Babinsa yang datang justru berupaya menenangkan. “Beliau meminta kami bubar. Tapi pihak lawan justru melotot dan berteriak dalam kondisi mabuk, seolah menantang,” katanya.

Menurut Rasman, sikap tegas Babinsa Saepul Rozi menjadi penengah dan bukan bentuk keberpihakan. “Kami merasa bersyukur punya Babinsa yang sigap membela masyarakat kecil,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *