Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman
Kota Serang| KABAR EXPOSE.com —
Kasus dugaan kekerasan yang menimpa seorang pelajar SMKN 2 Kota Serang, Violent Agara Castillo (16), menyita perhatian banyak pihak.
Agara dikabarkan dalam kondisi kritis setelah terjatuh dari sepeda motor. Dalam insiden patroli pembubaran balap liar di Kawasan KP3B, Kota Serang, pada Minggu dini hari (24/8/2025).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasek) SMKN 2 Kota Serang, Erminawati, menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi terhadap siswanya.
“Kalau benar ada pemukulan atau kekerasan fisik, itu sangat berbahaya dan tidak perlu terjadi. Apalagi korbannya masih pelajar. Harapan saya jangan sampai ada lagi kekerasan seperti ini dari pihak manapun,” ujarnya pada Jum’at (29/8/2025).
Erminawati mengungkapkan, dirinya sempat menjenguk Agara di rumah sakit. Namun, tidak bisa masuk karena khawatir kondisi siswa tersebut semakin memburuk.
“Informasi dari keluarganya, kondisinya masih kritis. Tadi saya kesana juga tidak bisa bertemu langsung. Karena kondisi korban sangat lemah. Wali kelas bilang Agara anak baik, tidak pernah dipnggil BK, siswa standar saja,” jelasnya.
Menurut keterangan keluarga, kondisi Agara bahkan disebut menurun drastis.
“Kata Kakeknya, kesadarannya tinggal 3 persen, sementara untuk operasi minimal harus 8 persen. Kami minta do’a agar Agara diberi kekuatan dan kesehatan. Dia anak pertama yang sangat dibanggakan orang tuanya, sebentar lagi lulus kelas 12,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Banten, Kombes Pol Murwoto dalam keterangannya menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.
Saat itu, 29 personel Ditsamapta Polda Banten tengah melakukan Patroli “Maung Presisi” yang dipimpin Aipda Roni Anwar. Sekira pukul 02.15 WIB, tim mendapat laporan adanya balap liar di jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, kawasan KP3B, Curug, Kota Serang
Saat patroli, sejumlah pengendara sepeda motor mencoba melarikan diri. Di antara mereka adalah Agara, yang saat itu mengendarai motor dengan knalpot brong, tanpa lampu utama, ban cacing dan tanpa helm. Kendaraannya disebut menyerupai motor drag race.
“Korban terlihat seperti akan menabrak Bripda MA. Personel tersebut kemudian melempar helm ke arah Agara hingga kaget, terjatuh dan terseret sekitar 10 meter. Setelah itu, korban langsung dibawa ke RSUD Banten,” ungkap Murwoto.
Atas insiden tersebut, Bripda MA kini ditahan di penempatan khusus (Patsus) Polda Banten dan masih menjalani proses sidang etik.
“Masih berproses, sidang etik akan menentukan pelanggaran yang dilakukan,” tambah Murwoto.












