Reportase : Nono / Roni Jaelani.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman
SERANG | Kabarexpose.com —
Pemerintah Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, menyalurkan bantuan BPNT berupa beras 10 kg yang berasal dari Badan Pangan Nasional, pada Senin (28/7/2025).
Sekretaris Desa Damping, Mahyudi, dalam wawancaranya kepada awak media, mengungkapkan, bantuan yang dilaksanakan hari ini disalurkan untuk keluarga penerima manfaat (KPM), dengan jumlah beras 596 karung dan jumlah penerima sebanyak 298 KPM.

“Untuk.pelaksanaan penyaluran bantuan beras ini berasal dari Badan Ketahanan Pangan Nasional melalui Bulog dan disalurkan lagi melalui Pemerintah Desa. Masing-masing KPM mendapatkan dua karung beras, dimana dalam satu karung berisi 10 kg beras,” ucapnya
Masih menurut Mahyudi, untuk penyaluran bantuan di tahun ini memang ada mengalami penurunan. Setelah peralihan dari DKS ke DTSN yang semula mencapai 800 KPM lebih sekarang itu hanya 596 KPM.
“Jadi, berkurangnya sekitar 600 KPM, Mudah-mudahan ke depannya pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dan melalui Dinas Sosial, agar dapat memverifikasi untuk KPM di Desa-Desa, salah satunya Desa Damping,” ujarnya.
Selanjutnya, dirinya berharap agar beras bantuan ini bisa bermanfaat untuk yang benar-benar berhak menerimanya. Di saat ini bantuan beras sangat tepat dan masyarakat sangat membutuhkannya.
“Tentunya ini sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat saat ini banyak yang kesulitan dan mengeluh untuk memenuhi kebutuhan dasar yang salah satunya beras,” ujar Mahyudi.
Lebih lanjut, Mahyudi, menambahkan, dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Kabupaten Serang dan Badan Pangan Nasional (Banpang), melalui Bulog. Kami pemerintah Desa Damping hanya melanjutkan untuk disalurkan ke keluarga penerima manfaat dengan tepat sasaran,” paparnya.
Di kesempatan yang sama, Sapri (65), salah satu penerima manfaat warga Kampung Pasir Tamiang, Desa Damping, saat diwawancara, menuturkan, dirinya sangat bersyukur dengan adanya bantuan beras ini, “Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya bantuan ini,” katanya
“Sata sudah tua dan tidak lagi punya pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan menjadi pekerja serabutan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terus berjalan,” imbuhnya.
“Kalau pun ada pekerjaan, katanya, itu pun ketika tiba musim bercocok tanam dan saat panen di sawah atau di kebun. Setidaknya bisa sedkkit mengurangi beban di keluarga kami,” pungkasnya.
‘












