Karir Politik Budi Rustandi Diujung Tanduk

Ketika Raung Buldozer Ratakan Rumah Warga Sukadana 1

Oleh : Hairuzaman

(Penulis Buku dan Praktisi Pers)

Air mata warga Sukadana 1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, tumpah dan tak mampu terbendung. Satu persatu pemukiman yang padat penduduk di sepanjang bantaran Sungai Cibanten itu hancur berkeping-keping digusur buldozer oleh Pemerintah Kota Serang. Kini bangunan rumah yang dihuni hampir satu abad itu hanya tersisa kenangan pahit. Akibat keserakahan penguasa dan mesin modernisasi.

Sementara itu, seorang kakek tua renta di atas jembatan Sungai Cibanten hanya mampu menatap pilu. Matanya tampak berkaca-kaca dan sembab lantaran tak mampu menahan isak tangis. Namun, sang kakek tua renta itu tak mampu berbuat apa-apa saat raung buldozer melumat habis rumahnya yang dihuni sejak puluhan tahun silam.

Celakanya lagi, kendati warga mendiami lahan milik negara, namun mereka seolah tak rela kampung kelahirannya digusur secara sepihak oleh pemerintah Kota Serang. Sebelum bangunan liar itu digusur, warga setempat sempat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Camat Kasemen. Akan tetapi, keinginan warga untuk bertemu langsung dengan Walikota Serang, Budi Rustandi, menemui jalan buntu. Padahal mereka berharap dapat berdialog langsung dengan Budi Rustandi yang notabene kelahiran Kasemen.

Tentu saja warga merasa geram lantaran keinginannya bertemu Budi Ruatansi tak bisa dipenuhi. Padahal mereka sekadar ingin menyampaikan unek-unek dan sekaligus menagih janji sang Walikota. “Janji Manis Bikin Rakyat Menangis”. Demikian bunyi sebuah spanduk yang ditenteng warga saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Camat Kasemen.

Belakangan mayoritas warga Lingkungan Sukadana 1 menolak untuk dipindahkan ke Rusunawa di Margaluyu. Pasalnya, mereka harus kehilangan segalanya. Mulai dari pekerjaan, tempat mengais rezeki, anak sekolah dan yang lainnya. Sebab bagi warga, pindah rumah bukanlah hal yang remeh-temeh. Apalagi mereka mendiami rumah-rumah tersebut hampir satu abad lamanya.

Rencana relokasi warga di Lingkungan Sukadana 1 sebemarnya sudah lama mencuat ke permukaan. Namun, Walikota Serang sebelumnya seperti Tb. Haerul Jaman dan Syafrudin, tak mau melakukan eksekusi. Sebab, merelokasi bangunan liar warga Sukadana 1 taruhannya adalah karir politik. Warga tak ada lagi yang simpatik lantaran kepercayaannya telah tercerabut.

Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Walikota Serang, Budi Rustandi. Ia justru memilih opsi dengan meratakan bangunan rumah milik warga Lingkungan Sukadana 1. Padahal opsi tersebut sangat beresiko bagi masa depan karir politiknya. Namun, Budi Rustandi tak bergeming, relokasi warga tetap berjalan kendati banyak penolakan dari akar rumput yang mayoritas warga kurang mampu.

Kini Budi Rustandi tinggal menunggu buah yang ditanamnya. Dengan membuldozer rumah-rumah warga. Termasuk mencampakkan sebuah harapan, keinginan dan masa depan warga Lingkungan Sukadana 1. Wallahu’alam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *