LEBAK | Kabarexpose.com —
Suku Baduy merupakan salah satu masyarakat adat di Pulau Jawa yang hingga kini masih tersisa. Masyarakat Suku Baduy sampai saat ini maaih merawat dan menjaga alam, terutama di kawasan Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Aktivitas sehari-hari masyarakat Suku Baduy yakni bercocok tanam, berburu dan meramu tidak lantas menjadikan alam kehilangan sumber daya dan cadangannya. Tak jauh berbeda dengan mayoritas masyarakat adat yang lainnya, Suku Baduy menganggap hutan sebagai bagian dari hidup. Tak ayal, sehingga masyarakat Suku Baduy tetap menjaga kelestarian alam yang ada di sekitarnya.

Bocah-bocah mungil Suku Baduy begitu unik. Mereka tak hanya bermain dengan membelah dan meneluauri hutan belantara di wilayab Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Anak-anak Suku Baduy juga ikut membantu keluarganya dengan bercocok tanam, termasuk menjualnya jika musim buah durian tiba.
Upaya yang dilakukan bocah-bocah mungil Suku Baduy begitu menarik. Mereka harus berjibaku untuk menjajakan buah durian dari hasil panen di kebun miliknya. Hasilnya tentu saja guna menopang kehidupan ekonomi keluarganya.
Anak-anak Suku Baduy hidup secara tradisional dan menjaga kepercayaan adat para leluhurmya. Tak pelak, sehingga sampai saat ini tradisi masyarakat Baduy di Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Banten, masih tetap bertahan dan lestari.












