Reportase : Yuyi Rohmatunisa
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman
KOTA SERANG | Kabarepose.com –
Kepala SMK Pasundan 2 Kota Serang, Diam Amallia, dalam wawancara eksklusif dengan wartawan, Yuyi Rohmatunisa. pada Kamis (14/11/2024), berbagi cerita tentang perjalanan kepemimpinannya yang penuh tantangan dan harapan.
Memulai kariernya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dian mengungkapkan, menjadi kepala sekolah bukanlah obsesi yang pernah terbesit dalam benak dan pikirannya. “Ini adalah takdir, saya hanya menjalani amanah yang diberikan yayasan setelah kepala sekolah sebelumnya berpulang,” ujarnya.
Kini, setelah empat tahun menjabat, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan di SMK Pasundan 2.

Sejak didirikan pada tahun 1998, SMK Pasundan 2 yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Menengah Pasundan ini telah mengalami banyak perubahan. Dulunya dikenal dengan jurusan teknik mesin, listrik, dan otomotif, kini SMK Pasundan 2 mengikuti perkembangan zaman dengan menawarkan kurikulum yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. “Kami selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan kurikulum pemerintah, baik itu Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka,” tambahnya.
SMK Pasundan 2 juga aktif menjalin kerja sama dengan industri besar seperti Mitsuba, ,Suzuki Mobile dan PLN, untuk memberikan kesempatan magang dan rekrutmen bagi siswa. “Kami ingin siswa kami tidak hanya siap secara teori, tapi juga siap menghadapi dunia industri,” ujarnya.
Kerja sama ini terbukti memberikan banyak manfaat, terutama dalam memotivasi siswa agar lebih memahami dunia kerja yang sesungguhnya.
Dengan jumlah siswa sekitar 159 orang dan 31 guru, SMK Pasundan 2 tetap mengutamakan kualitas pendidikan yang terjangkau. “Biaya SPP untuk siswa sangat terjangkau, dengan biaya mulai dari Rp.100 ribu per bulan, sementara untuk siswi SPP dibebaskan,” jelasnya.
Meskipun terkendala dana, pihak sekolah tetap berusaha memaksimalkan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) untuk mendukung kegiatan praktik siswa.
Dian juga menyoroti pentingnya pengembangan profesionalisme guru melalui pelatihan berbasis teknologi. “Kini, dengan adanya gadget, kami lebih mudah mengakses pelatihan dan pembaruan metode pengajaran, yang tentu saja berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran di SMK Pasundan 2,” ungkapnya.
Di tengah persaingan dengan sekolah negeri, Dian optimis SMK Pasundan 2 akan terus berkembang. “Kami berharap tahun depan bisa menambah jumlah siswa dan membawa SMK Pasundan 2 lebih maju lagi,” harapnya.
Ke depan, SMK Pasundan 2 juga berharap ada penempatan guru P3K di sekolah swasta, agar kualitas pengajaran tetap terjaga.
SMK Pasundan 2 terus berusaha untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat. Dengan berbagai terobosan dan semangat untuk terus berkembang, SMK Pasundan 2 siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.












