Di Ponpes Bismillah Ciomas, Korp HMI-Wati Komisariat IAIB Gelar Seminar Kesehatan Mental 

Reportase : Roni Jaelani.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

SERAMG | Kabarexpose.com -:

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Pondok Pesantren (Ponpes) Bismillah Ciomas, Kaabupaten Serang, Banten, aktivis perempuan dan pelajar/santri Pondok Pesantren Bismillah Ciomas dengan mengusung tema : “let’s care for our mental health”,.

Ketua Umum Kohati IAIB Serang, Miltika, dalam sambutannya mengajak santri dan pelajar di Pondok Pesantren Bismillah Ciomas untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap sesama.

Menurut Miltika, hal ini penting karena empati dan kepedulian sangat dibutuhkan, terutama di tengah tekanan hidup yang semakin meningkat.

Hal itu dikatakannya dalam peringatan World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Se-Dunia yang diperingati setiap10 Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan santri dan pelajar tentang pentingnya kesehatan mental.

“Kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung kesejahteraan mental,” kata Miltika

Dengan meningkatkan empati dan kepedulian, imbuh dia lagi, maka kita akan lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar kita. Serta lebih terbuka untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, terutama yang sedang mengalami masalah mental.

Narasumber Seminar, Ayu Siti Fatimah, S.Pd, menyatakan, pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung, baik dalam keluarga, tempat kerja maupun komunitas. Sehingga, setiap orang merasa aman untuk berbagi dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

“Kepedulian bersama dapat membantu menurunkan angka gangguan mental serta mengurangi stigma yang sering kali menghalangi orang untuk mencari pertolongan,” kata Ayu

Menurut ia, kendati kesadaran akan pentingnya kesehatan mental meningkat, stigma dan diskriminasi terhadap individu yang mengalami gangguan mental masih menjadi masalah besar. Banyak orang enggan mencari bantuan karena takut dihakimi atau diperlakukan berbeda.

“Tidak semua orang memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan mental yang berkualitas. Tekanan sosial, akademik dan perkembangan teknologi, terutama media sosial, berpengaruh besar terhadap kesehatan mental terutama remaja dan anak-anak,” tukasnya.

Meningkatnya penggunaan media sosial, lanjutnya, sering dikaitkan dengan meningkatnya masalah kesehatan mental, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Media sosial dapat memicu perasaan rendah diri, kecemasan, hingga isolasi sosial akibat perbandingan sosial dan cyber bullying.

“Masalah seperti depresi, kecemasan dan bahkan bunuh diri terutama di kalangan anak muda harus menjadi perhatian khusus dari kita semua. Kesehatan mental adalah masalah yang kompleks dan mendesak. Butuh komitmen dan perhatian yang serius dari kita semua,” bebernya.

“Ketika kita merasa lelah atau merasa mental kita sedang tidak baik, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan, Karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sekali lagi, mari kita tingkatkan mitigasi, kepedulian dan empati kita terhadap sesama,” pungkasnya.

H. Rifqi Syujahilman S.H.I., M.Pd selaku Direktur Pondok Pesantren Bismillah Ciomas, menyatakan, pada seminar yang bertema “let’s care for our mental health”,. “Saya berharap santri dan pelajar Pondok Pesantren Bismillah dapat lebih memahami pentingnya kesehatan mental dan mengambil langkah-langkah yang tepat saat diperlukan. Dengan begitu, santri dan pelajar diharapkan tidak hanya tumbuh secara intelektual, tetapi juga berkembang secara emosional dan mental. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kohati IAIB yang telah menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat ini,” urainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *