Kondisi Jalan Masih Rusak, Warga Desa Panyabrangan Tagih Janji Politik Bupati Serang

Reporyaze : Roni / Nono.

Editor : Hairuzaman

SERANG – Kabar Expose.com |

Kampung Panyabrangan.RW.03 Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yang meliputi 5 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah kurang lebih 800 Kepala Keluarga (KK),  pada akhir jabatan sebagai Bupati Serang  Hj. Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak, ternyata telah lupa dengan janji politiknya. Selama 8 tahun menjabat sebagai Bupati Serang yaitu menggenjot pembangunan infrastruktur betonisasi jalan desa di setiap kecamatan.yang ada di wilayah Kabupaten Serang.

Wal hasil sampai di akhir jabatan ini jalan ruas portokol jalan utama warga Kampung Panyabrangan, hingga kini belum tersentuh atau terjamah oleh dinas maupun instansi pemerintah terkait..Termasuk oleh aparatur desa, kecamtan.maupun Pemeriintah Kabupaten Serang.

Berdasarkan pengendusan awak media di berbagai wilayah kecamatan telah dilaksanakannya pembangunan infrastruktur jalan betonisasi. Dengan mengalokasikan sumber dana APBD tahun anggaran 2024 yang sangat besar hingga ratusan miliar rupiah di daerah-daerah kecamatan yang dia pimpin.dengan jumlah 29 kecamatan dan 326 desa se-Kabupaten Serang.

Dari berbagai sumber terutama DPUPR Kabupaten Serang sekarang ini tengah berjalan betonisasi jalan sudah beberapa titik.. Saat ini yang telah selesai pekerjaannya dan ada pula yang sedang berlangsung pelaksanaannya.

Akan tetapi, sangat disayangkan bagi warga Kampung Panyabrangan RW03 Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menurut beberapa sumber Tokoh Masyarakat yang  berinisial AH, Kampung Panyabrangan, pembangunannya itu dianggap tidak merata. Menurut ia, jalan utama penghubung kampung dari beberapa RT tidak pernah menerima manfaat pembanguna.

Dikatakan, saat ini entah pihak mana yang harus kami libatkan. Buktinya ketika hujan, otomatis mengalami banjir. Jelas-jelas menghambat pengguna jalan.di saat kemarau jalan bergelombang.dan rusak parah.

“Sebetulnya kami sebagai warga hanya dijanjikan terus dan janji itu pastinya dalam dinamika politik. Entah itu, legislatif maupun eksekutif. Apalagi Pilkades tidak ada bukti. Pasalnya, sudah beberapa periode hanya janji-janji manis saja,” bebernya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *