Kades Hariang Mengklaim Penyaluran BLT BBM dan Sembako Berjalan Lancar

0
25

Kabarexpose.com Lebak, Banten –Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Lebak Banten berjalan lancar.

Menurut warga penerima BLT BBM dan BPNT Sembako untuk mendapatkan bantuan mereka harus mendaftarkan diri dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas dan sebelumnya warga sudah menerima undangan.

Pemerintah Desa Hariang bersama Babinsa & Satpol PP menyelenggarakan pembagian Bantuan langsung tunai Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Progam Sembako yang disalurkan oleh petugas dari Kantor Pos Cabang Cipanas bertempat di Kantor Desa Hariang Pada Jum’at, 16/9/2022 lalu.

Menurut data, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Hariang sebanyak 690 orang dengan total nilai Bansos yang diterima sebanyak Rp 500.000,- dengan rincian BLT BBM senilai Rp 150.000,-/ bulan untuk 2 bulan sekaligus sebesar Rp.300.000 dan Progam BPNT Sembako untuk Bulan September 2022 senilai Rp 200.000,- Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini sebagai bentuk upaya mempermudah proses pendistribusian BLT BBM dan BPNT sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hasil penelusuran wartawan mendatangi beberapa Kampung di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Dari jumlah KPM sebanyak 690 orang di masingmasing kampung sebagian besar memilih untuk mengambil uang bantuan secara utuh (Rp.500.000) namun ada sebagian warga yang memilih untuk membelanjakan kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako) di Agen penyalur BPNT.

Seperti di Kampung Hariang hampir seluruh warga tidak membelanjakan uang BPNT Rp.200.000 dan memilih memegang uang menjadi Rp.500.000 untuk bekal hidup sehari-hari.

Berbeda dengan warga di Kampung Handeleum, Desa Hariang yang justru kebanyakan membeli Sembako Rp.200.000 dan uang BLT BBM Rp.300.000 yang mereka jadikan untuk bekal kedepannya.

Sarmani, salahsatu ketua RT di Kampung Handeleum saat disinggung wartawan soal kabar angin yang menyebut dirinya melakukan penggiringan terhadap warga agar mau belanja ke Agen BPNT milik Cecep Sobarna yang berlokasi di Kampung Hariang. Dirinya langsung membantah keras dugaan tersebut dengan menyatakan bahwa kabar itu tidak benar.

“Informasi itu tidak benar karena warga bebas tanpa penekanan apabila uang BPNT Sembako Rp.200.000 tidak mau dibelanjakan mana mungkin bisa dipaksa. Terus seandainya ada warga yang mau belanja ke Agen manapun tidak mungkin juga saya larang apalagi ditolak”,Terang Sarmani mengklarifikasi munculnya kabar miring yang menimpa dirinya

Bahkan, lanjut Sarmani, kemarin ada warga yang sakit saya sarankan lebih baik simpan untuk berobat begitupun ada warga yang sedang hamil saya sarankan untuk simpanan biaya persalinan.

“Kabar penggiringan KPM itu fitnah”Tandasnya

Untuk diketahui, Kampung Handeleum adalah pemukiman yang berjarak jauh dengan Kedua Agen BPNT di Kampung Hariang dan Satulagi di Kampung Sukamanah. selain itu, Kampung Handeleum belum tersedia jaringan telepon seluler maupun internet sehingga peran ketua RT sangat dibutuhkan untuk membantu penyaluran BPNT Sembako.

Menurut Sarmani, Biasanya setelah ada informasi saldo Rp.200.000 mulai masuk ke Kartu Bansos milik KPM, warga berdatangan kerumah minta dibantu cek saldo ke Agen BPNT sekaligus dihitung berapa paket sembako yang harus dikirim setelah paling lambat dua hari langsung pengiriman sembako menggunakan mobil milik Agen BPNT.

Ditempat terpisah, Pemilik Agen BPNT Desa Hariang Cecep Sobarna mengaku telah selesai menyalurkan sembako kepada 160 KPM dengan jumlah komoditi sebanyak 5 item dan masing-masing dengan total harga Rp.200.000/KPM

“Alhamdulillah Satu hari kelar pengiriman ke beberapa kampung”Ujarnya

Terkait isu-isu penggiringan KPM nampaknya Cecep Sobarna enggan menanggapi persoalan tersebut.

“Gini kang, Kalau ada keluhan KPM yang belanja di Agen saya pasti saya evaluasi pelayanan. Kalau ada keluhan kartu KPM rusak/hilang, pasti saya bantu urus tapi kalau cuma isu-isu sebaiknya saya jadikan pelajaran jangan sampai itu terjadi khawatirnya, Isu itu terjadi bukan di Agen saya karena disini (Desa Hariang) ada Tiga agen penyalur BPNT”,Ujar Cecep Pada Senin, 19/9/2022

Kepada wartawan Cecep Sobarna menggambarkan Dua macam bentuk dugaan penggiringan KPM yang tidak dilakukan Agen atau e-warungnya. Pertama, saya tidak pernah merasa mengarahkan pada siapapun di setiap kampung untuk menahan Kartu Bansos milik KPM. Kedua, tidak pernah keliling Dor to dor membawa mesin EDC Agen BPNT.

“Apa itu bukan penggiringan? Hal-hal yang macam itulah yang perlu kita benahi”Tukasnya

Sementara Kepala Desa Hariang, Bahudin mengklaim bahwa penyaluran BLT BBM dan BPNT Sembako telah berjalan tertib oleh pihak Kantor Pos pada Jum’at lalu. Bahudin meminta agar masyarakat yang telah menerima bantuan agar menggunakan sebaik-baiknya dan bagi yang belum mendapatkan bantuan untuk bersabar.

“Pada prinsipnya Pemerintah Desa ingin semua masyarakat bisa mendapatkan bantuan namun tentunya semua butuh proses, Saya atau kami atasnama Pemerintah Desa Hariang memohon kepada semua masyarakat dapat memaklumi dan bersabar”Pungkasnya

Reporter ddn/uby

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here