Serang | KABAR EXPOSE.com —
Dentuman keras dari Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jum’at – Sabtu malam, 4 September 2026 membuat panik warga pesisir Desa Bulakan dan Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
Getaran kuat akibat erupsi tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami retak-retak. Di Kampung Tancang, Desa Bulakan. Seluruh warga memutuskan untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di Desa Pasauran, salah satu rumah milik Ibu Ijah juga dilaporkan retak akibat guncangan keras GAK.
Status GAK Naik ke Siaga Level 3
Wartawan langsung ke Pos Pemantau GAK Pasauran. Petugas di pos tersebut menyatakan bahwa saat ini GAK berstatus Siaga Level 3.
“Kondisi GAK saat ini masih aktif. Masih mengeluarkan lava, asap, dan abu vulkanik berwarna hitam yang terbawa angin ke permukiman warga pesisir,” ujar petugas.
Abu vulkanik hitam dilaporkan menyebar hingga ke wilayah pesisir Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon.
Dunia Pendidikan Terdampak.
Dampak abu vulkanik juga dirasakan sejumlah sekolah. Pada Jum’at malam hingga Senin, beberapa sekolah di wilayah Anyer dan Cinangka diguyur abu vuljanik hitam, di antaranya SMPN 1 Anyer, SMAN 1 Anyer, SMAN 1 Cinangka, dan SMKN 1 Cinangka.
Halaman dan atap sekolah tertutup debu vulkanik sehingga aktivitas sempat terganggu.
Warga Siaga Tsunami
Masyarakat pesisir Bulakan saat ini siaga penuh terhadap potensi tsunami. Trauma tsunami Selat Sunda 2018 membuat warga tidak ingin mengambil risiko.
Warga diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD, serta segera menuju titik evakuasi jika ada peringatan dini.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Serang bersama aparat setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan di wilayah terdampak. (Babay/Red).












