Tangerang | KABAR EXPOSE.com —
Sebuah insiden nyaris tragedi terjadi di Kecamatan Sukamulya, Labupaten Tangerang, Banten, pada Selasa, 26 Agustus 2026. Sebuah tower pemancar tiba-tiba rubuh dan menghantam area warung milik warga, tepat saat pemilik warung bersama anak dan cucunya yang masih balita berada di lokasi.
Peristiwa diduga dipicu oleh pencabutan tali seling yang menjadi penahan tower. Aksi itu dilakukan oleh sejumlah pekerja yang tengah melakukan pemeliharaan gedung kantor dan gedung arsip di sekitar lokasi.

Tali Seling Dicabut Atas Perintah “MR”
Informasi yang dihimpun, pencabutan tali seling dilakukan setelah adanya perintah dari seseorang berinisial “MR” yang disebut pekerja sebagai perwakilan pihak atasan.
Menurut keterangan pekerja, setelah tali seling dicabut tower kehilangan penyangga dan akhirnya roboh.
Detik-Detik Mencekam
Dentuman keras terdengar ketika struktur tower jatuh ke arah area warung. Pemilik warung bersama anak dan cucunya sontak panik.
“WR, cucu saya sampai menangis histeris karena kaget. Kami bertiga, saya, anak saya, dan cucu saya hampir saja tertimpa. Tower itu robohnya pas di atas kepala kami,” ungkap WR dengan nada panik.
Beruntung ketiganya tidak tertimpa langsung. Namun kejadian itu meninggalkan rasa takut dan trauma, terutama bagi anak balita yang berada sangat dekat dengan titik jatuhnya tower.
Diduga Tower Sudah Berkarat
Selain pencabutan tali seling, kondisi fisik tower juga disorot. Tower tersebut diduga telah berkarat selama bertahun-tahun dan kondisinya tidak layak.
Struktur yang sudah melemah itu dinilai menjadi faktor penyebab robohnya tower, apalagi setelah tali penahannya dilepas saat pekerjaan pemeliharaan berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti robohnya tower masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan keterangan pihak terkait.
Siapa Bertanggung Jawab?
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius. Mengapa tali seling tower dicabut ketika kondisi struktur diduga sudah berkarat dan di sekitar lokasi masih ada aktivitas warga?
Keterangan pekerja yang menyebut pencabutan dilakukan atas perintah MR juga perlu diklarifikasi secara terbuka.
Apakah kondisi tower sudah diperiksa sebelum tali penahan dicabut? Apakah pengamanan untuk warga sekitar sudah dilakukan? Siapa yang bertanggung jawab memastikan tower tetap aman selama pekerjaan?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting dijawab agar insiden tidak berhenti sebatas tower roboh tanpa ada evaluasi menyeluruh.
Warga Minta Evaluasi
Insiden ini menjadi peringatan keras agar setiap pekerjaan pemeliharaan dan pembangunan tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Tidak adanya korban jiwa patut disyukuri. Tapi jangan tunggu ada korban jiwa baru keselamatan diperhatikan. Kejadian di Sukamulya ini harus jadi alarm bahwa setiap pekerjaan struktur harus pakai prosedur, perhitungan, dan tanggung jawab yang jelas,” ujar warga.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tower dan fasilitas lain di lokasi. Mereka juga meminta penjelasan resmi terkait proses pekerjaan, pencabutan tali seling, dan pihak pemberi instruksi. (Samti /Red).












