Magnet Jokowi di Partai Gajah

Atmosfer Partai Mulai Memanas

Oleh: Hairuzaman

(Pemerhati Patologi Sosial dan Kemasyarakatan)

Kendati Pemilu 2029 masih lama digelar, namun atmosfer perpolitikan partai sudah mulai memanas. Tanda-tandanya terlihat dari safari politik yang mulai digencarkan sejumlah tokoh.

Salah satunya dilakukan oleh Joko Widodo (Jokowi) melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kehadiran Jokowi di PSI langsung menjadi sorotan publik.

Jokowi memang sengaja dijadikan “magnet” oleh PSI untuk mendongkrak elektabilitas dan mencari simpati rakyat. Strategi ini diharapkan mampu mengangkat pamor partai berlambang gajah tersebut.

Namun celakanya, hasil survei terbaru menunjukkan elektabilitas PSI masih stagnan di angka 1,9 persen. Angka ini jauh dari harapan untuk bisa bersaing di level nasional.

Dengan modal tersebut, diprediksi PSI akan kesulitan menandingi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai berlambang banteng moncong putih besutan Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menargetkan Jawa Tengah sebagai salah satu kantong suara utama. Jateng dipilih karena memiliki basis pemilih besar dan strategis.

Sayangnya, Jateng dikenal sebagai “dapil neraka”. Persaingan di wilayah ini sangat ketat dan penuh tantangan bagi partai baru.

Apalagi jika harus berhadapan langsung dengan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani. Puan selama empat periode berturut-turut selalu meraih suara tertinggi di dapil Jateng.

Hal itu terjadi karena Banteng Moncong Putih masih sangat kokoh mencengkeram basisnya di Jawa Tengah. Jateng memang telah lama menjadi salah satu lumbung suara utama PDIP.

Tak pelak, PDIP akan menjadi rival politik PSI yang sangat sulit ditandingi, terutama di wilayah tersebut.

Jokowi yang digadang-gadang akan mendongkrak suara PSI, justru diprediksi akan menghadapi tantangan berat. Peluang kemenangan telak semakin kecil jika melihat peta politik saat ini.

Belakangan, nama Jokowi juga tersandera oleh kasus dugaan ijazah palsu yang masih bergulir di meja hijau. Isu ini berpotensi mengganggu citra politiknya.

Dengan adanya persoalan hukum tersebut, magnet politik Jokowi diprediksi akan mengalami penurunan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjun bebas.

Situasi ini membuat langkah PSI ke depan semakin berat. Partai gajah harus bekerja ekstra keras jika ingin keluar dari bayang-bayang partai besar dan benar-benar menjadi alternatif baru bagi pemilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *