Cilegon | KABAR EXPOSE.com —
Detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau terekam jelas dari atas kapal di perairan Selat Sunda pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat semburan lava pijar dan lontaran material vulkanik disertai suara gemuruh yang memantulkan cahaya merah hingga ungu di permukaan laut.
Sejumlah wisatawan yang berada di haluan kapal tampak mengabadikan momen erupsi tersebut menggunakan ponsel dan lampu tambahan. Meski pemandangannya dramatis, aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda kini dalam pengawasan ketat.
Hal ini seiring dengan dikeluarkannya Pengumuman KSOP Kelas I Banten Nomor: PG-KSOP.Btn 8 Tahun 2026 pada 3 Juli 2026. KSOP menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan menjadi Level III (Siaga) berdasarkan informasi resmi PVMBG.
Dalam pengumuman itu, Kepala KSOP Banten Raden Yogie Nugraha, S.T., M.T., meminta seluruh nakhoda dan perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku.
Nakhoda juga diwajibkan memantau informasi resmi dari PVMBG dan BMKG, serta memperhatikan arah sebaran abu vulkanik dalam perencanaan pelayaran. Jika ditemukan indikasi bahaya, nakhoda harus segera mengambil tindakan penghindaran dan melapor ke VTS, Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat.
Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus menunjukkan peningkatan dan berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan navigasi di Selat Sunda. ( Edi Junaedi/Red).












