Ponorogo | KABAR EXPOSE.com —
Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, seorang pria lanjut usia (lansia) dikurung keluarganya di sebuah kandang besi.
Pria berusia 60 tahun tersebut bernama Mbah Kirno.
Kandang di belakang rumahnya.
Mbah Kirno merupakan warga Dusun Gombak, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Dia sudah hidup di kandang besi selama 20 tahun.
Kandang yang dimaksud terbuat dari jeruji besi berukuran lebar 0,5 meter, tinggi 1 meter, dan panjang 2 meter.
Sehari-hari, Mbah Kirno berada di balik kandang besi. Tidak menyentuh tanah sama sekali.
Keluarga Mbah Kirno memberikan makan dan minum setiap hari.
Keluarga Kurung Mbah Kirno
Keluarga mengurung Mbah Kirno karena ketakutan.
Mbah Kirno dianggap membahayakan dan mempunyai ilmu sakti.
“Ya karena punya ilmu sakti begitu akhirnya kami keluarga memutuskan mengerangkeng (mengurung),” ungkap adik kandung Mbah Kirno, Sarti, pada Rabu (28/1/2026).
Keluarga menganggap Mbah Kirno ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).
Saat muda, menurut Sarti, Mbah Kirno sering mencari “ilmu”.
“Dia kan (Mbah Kirno) umurnya masih belum cukup. Ilmu Jawa yang masuk termasuk tingkat tinggi yang diminta. Akhirnya belum kuat kondisi kebatinannya. Jadinya seperti itu,” tegasnya.
Kemudian keluarga memutuskan memasukkan Mbah Kirno di kandang besi karena takut dianiaya.
“Mbah Kirno dimasukkan seperti itu karena keluarga dianiaya, takut. Juga mengancam mau membunuh suami saya. Nenek saya juga dianiaya,” tegasnya.
Kesaktian Mbah Kirno sudah terbukti
Sarti menyebutkan, kesaktian yang dimaksud keluarga sudah terbukti. Termasuk Mbah Kirno makan besi dan bambu menggunakan gigi.
“Sering makan besi, makan bambu itu pakai gigi. Minum oli 1 liter, makan api juga gak apa-apa. Saya tau sendiri itu bukan bohong saya,” tambahnya.
Karena itulah, lanjut Sarti, Mbah Kirno dikurung dalam kandang besi. Dia dianggap membahayakan keluarga.
“Intinya itu, karena dia mengancam akan membunuh keluarga,” urainya.
Sarti mengatakan, dirinya memberikan makan kepada Mbah Kirno tiga kali sehari.
Di pagi hari, Sarti juga menyajikan kopi untuk Mbah Kirno.
“Sebenarnya ya kasian. Karena dia kan keluarga saya. Kakak kandung saya. Ya saya makan apa. Saya juga kasih kakak saya,” pungkasnya. (Hrz/Red).











