Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra.
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Serang | KABAR EXPOSE.com —
Kondisi bangunan SDN Kelapa Dua, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, saat ini sangat memprihatinkan. Akibat kerusakan yang cukup parah pada ruang kelas, tak ayal, siswa pun menjadi gamang ketika proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan ruang kelas 1 hingga kelas 3 mengalami kerusakan yang sangat serius. Tak pelak, akibatnya mengganggu aktivitas belajar mengajar, pada Kamis (23/1/2026).

Ketua Komite SDN Kelapa Dua, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sumardi, saat dikonfirmasi awak media mengungkapkan, kondisi ruang belajar mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 sudah rusak parah.
“Kusen jendela dan sebagian sudah hilang karena dimakan rayap. Akibatnya, anak-anak kami tidak bisa belajar dengan normal dan sangat terganggu.” keluhnya
Sumardi, menambahkan, saat inj hanya ruang kelas 4, 5, dan 6 saja yang masih layak digunakan KBM. Plafon di dalam maupun di luar ruang kelas juga banyak yang rusak dan terkelupas.
“Jika musim hujan tiba, tembok ruangan kelas menjadi basah. Sehingga siswa tidak bisa belajar dengan maksimal,” ungkap Sumardi
Sumardi berharap Pemerintah Kota Serang segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan pada plafon, kusen dan jendela ruang kelas yang sudah lapuk lantaran dimakan usia.
Kepala SDN Kelapa Dua, Muhammad Yatim, membenarkan kondisi bangunan SDN Kelapa Dua tersebut. “Sekolah kami memang kekurangan ruang belajar. Saat ini tercatat hanya ruang kelas 4, 5, dan 6 yang masih digunakan,”.tukas Muhammad Yatim.
Yatim, menjelaskan, tiga ruang kelas lainnya tidak dapat digunakan karena rusak total, berlubang.dan sebagian kusen jendala hilang karena lapuk dimakan rayap. Ditambah lagi halaman sekolah yang becek jika turun hujan.
“Usulan perbaikan bangunan sudah pernah diajukan ke Dinas Pendidikan Kota Serang, oleh Kepala Sekolah sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada realisasinya,” tutupnya
Yatim, juga mengatakan, pihak sekolah tidak pernah diundang dalam Musrenbang Tingkat Kelurahan. Saat ini, jumlah siswa ada 326 siswa. Untuk tenaga pengajar, sekolah memiliki guru yang cukup. Termasuk pula tiga guru kontrak dan lima guru PPPK.
“Kami juga sudah mengajukan usulan melalui data Dapodik ke pusat. Akan tetapi belum ada tanggapan,” bebernya.












