Reportase : Ilham Nurdiansyah Putra
Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
Cilegon | KANAR EXPOSE.com —
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyatakan, komitmennya untuk menekan angka pengangguran secara signifikan di Kota Cilegon, pada tahun 2026 mendatamg. Robinsar menargetkan, Cilegon bisa keluar dari peringkat ketiga pengangguran terbanyak di Banten dan mencapai posisi ketiga besar penyerapan tenaga kerja paling banyak.
Target ini dikatakan Robinsar menyikapi data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, yang menunjukkan adanya kenaikan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (APT) di Cilegon. Berdasarkan data BPS Banten yang dirilis 5 November 2025 lalu, menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka mencapai 7,41 persen, naik dari 6,08 persen pada periode yang sama tahun 2024.
“Ini artinya, tingkat pengangguran di Cilegon mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2025. Angka ini menempatkan Kota Cilegon sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengangguran tinggi di Banten,” bebernya.
Robinsar menjelaskan, kenaikan angka tersebut kemungkinan disebabkan oleh berakhirnya proyek besar sebelumnya, seperti pembangunan PT. Lotte Chemical Indonesia. Sementara untuk mencapai target tersebut, Robinsar menyebutkan, Pemkot Cilegon saat ini sedang menjalin komunikasi secara intensif dengan pihak industri dan mempersiapkan skema penyerapan tenaga kerja lokal.
“Prinsipnya tahun depan kami bertekad dengan segala macam cara yang nanti kita sedang godok ini. Kami bertekad tahun depan secara peringkat kita akan naik. Tidak ada tiga dari bawah, harapannya tiga dari atas,” terang Robinsar, pada Selasa (11/11/2025).
Wali Kota Robinsar optimis lantaran adanya potensi pertumbuhan industri yang masif di Cilegon pada tahun 2026. Termasuk proyek dari PT. Chandra Asri Alkali, PT. Nippon Shokubai, serta proyeksi industri lainnya. Strategi utama yang akan didorong ialah pembentukan komunitas tenaga kerja trampil yang tersertifikasi, seperti komunitas welder, komunitas fitter, dan komunitas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Pembentukan komunitas ini bertujuan agar industri tidak perlu mencari tenaga kerja dari luar. “Tinggal nanti penyaluran maupun komunitasnya kita bentuk. Jadi, teman-teman industri nanti ke depan ketika ada kebutuhan, tak perlu nyari keluar. Kalau mencari K3, kita punya komunitasnya,” ujarnya.
Robinsar menekankan kendati tenaga kerja lokal harus melalui uji kompetensi, mereka akan menjadi prioritas utama dalam perekrutan. Untuk memastikan transparansi dan optimalisasi penyerapan, Robinsar juga akan mendorong semua industri di kota baja untuk proaktif melaporkan kebutuhan tenaga kerjanya.
“itu yang mau kita dorong. Yang mau kita push agar industri dapat melaporkan lowongan pekerjaannya kepada dinas terkait,” ucapnya.












