Gubuk Reot Berisiko Roboh, Misnadi Ryanto Minta Bantuan Pemerintah

Kondisi Rumah Sudah Miring dan Nyaris Roboh

Reportase : Nono / Roni Jaelani.

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

SERANG | Kabarexpose.com — 

Misnadi Ryanto, warga Kampung Tangsi.RT,024/002 Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten,.saat ini tinggal di gubug reot yang berukuran 5×6 meter persegi, pada Senin (5/5/2025).

Selain itu, dengan rumah Misnadi beratapkan genteng yang sudah bocor dan bilik beranyamkan bambu yang sudah usang. Ditambah lagi dengan dinding kayu yang sudah tidak kuat menahan beban rumah yang lapuk lantaran sudah dimakan usia.

Saat awak media menyambangi kediaman Misnadi Ryanto, pada Senin,(5/5/2025), ia memaparkan, dirinya sudah tinggal di rumah ini sejal masa kecil sampai orang tuanya meninggal duniam Kemudian berumah tangga dan kini telah dikaruniai 2 orang anak.

Menurut Misnadi, pihaknya bukan tidak ada keinginan untuk memperbaiki rumah tersebut. Akan tetapi keadaan ekonomi yang kurang mampu. “Saya sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa memperbaiki rumah peninggalan orang tua,” katamya.

Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari saja terasa berat. “Saya masih beruntung dekat dengan kakak yang sering memperhatikan saya. Apakah saya sudah makan atau belum,”ucap Misnadi.

Masih menurut Misnadi, dirinya berharap ada bantuan dari dinas maupun instansi terkait agar saya bisa dibantu untuk mendapatkan program bantuan rumah layak untuk dihuni,”ujarnya.

Hal senada dikatakan Hadijah,.kakak kandung dari Misnadi, ia mengatakan, dirinya hanya merasa kasihan melihat kehidupan Misnadi adiknya.Tapi kehidupan saya juga tidak jauh berbeda untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari saya juga sulit.

“Saya merasa kasihan dengan kehidupan Misnadi yang tinggal digubuk yang sangat berisiko untuk dihuni. Karena kondisi  fisik rumah yang sudah miring dan hanya disangga dengan tiang kayu yang sudah rapuh.

“Saya sangat khawatir apalagi ketika di musim penghujan tiba dan ada angi kencang. Bisa saja rumah tersebut roboh secara tiba-tiba dan menimpa penghuninya yakni adik saya,” tukasnya.

Ditambah lagi, katanya, ketika musim.penghujan rumah kebocoran dan banjir. Tak ayal, sehingga tempat tidur pun kebanjiran. Karena rumah yang sekarang adik saya huni menjadi langganan banjir,” papar Hadijah.

Hadijah sangat berharap kepada instansi pemerintah agar rumah adiknya, Misnadi segera bisa dibantu dan dibangun, Sehingga bisa ditempati dengan aman dan nyaman. Tanpa merasa khawatir dengan adanya cuaca hujan mauoyn angin dan tidak kebanjiran lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *