Kemenag Banten Siapkan Pembinaan Siswa dan Guru Menyambut Aksioma Nasional 2025

Reportase : Yuyi Rohmatunisa

Pemimpin Redaksi : Hairuzaman

SERANG | Kabarexpose.com —

Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Syamsul Falak, mengungkapkan bahwa Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah untuk acara Aksioma tahun 2025 yang akan dilaksanakan di tingkat nasional. Aksioma tersebut melibatkan KSM, Maires, dan berbagai kegiatan lainnya, yang tahun ini tengah dalam tahap persiapan meskipun baru ada surat penunjukan dari pusat.

Syamsul Falak juga menyampaikan wacana perubahan kurikulum yang akan diterapkan di Indonesia pada tahun 2026, yakni kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang saat ini diterapkan.

Menurutnya, meski masih banyak evaluasi terkait implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, pergantian menteri bisa menjadi salah satu faktor pengaruhnya, namun tidak serta merta setiap pergantian menteri akan langsung diikuti dengan perubahan kurikulum.

“Kurikulum Merdeka Belajar memang belum sempurna dan evaluasi terus dilakukan, tetapi kita tidak bisa langsung mengubah kurikulum hanya karena pergantian menteri. Ini bagian dari proses evaluasi yang terus berlanjut,” ujarnya dalam wawancara kepada wartawan Yuyi Rohmatunisa. Jum’at, (17/01/2025).

Terkait dengan Ujian Nasional (UN), Syamsul menyebutkan bahwa ada kemungkinan UN akan kembali diadakan. Hal ini akan mempengaruhi cara belajar siswa yang tetap diharapkan untuk fokus dalam pembelajaran. Keberhasilan siswa juga akan terlihat dari kemampuan mereka untuk diterima di perguruan tinggi negeri, bukan lagi dari peringkat di sekolah.

“Guru harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas mereka. Semua guru wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran,” lanjut Syamsul.

Syamsul juga menyoroti kondisi guru madrasah dan tsanawiyah yang sebagian masih berstatus lulusan SMA dan mengikuti kuliah sambil mengajar. Ini menjadi perhatian khusus pemerintah agar kualitas pengajaran di semua jenjang pendidikan dapat ditingkatkan.

Untuk tahun ini, Syamsul menambahkan bahwa pembinaan siswa langsung melalui pengurus OSIS dan guru-guru akan menjadi fokus utama. Namun, meskipun kurikulum Merdeka Belajar masih berlaku, sosialisasi terkait UN dan kurikulum baru akan dilakukan lebih lanjut setelah mendapat petunjuk teknis (juknis) dari pusat.

“Guru diharapkan bisa menggali pengetahuan dengan lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga disiplin waktu agar tidak ada kekosongan di kelas yang dapat mengganggu proses pembelajaran,” tandasnya.

Syamsul juga menekankan pentingnya perhatian pada sekolah-sekolah yang belum maju, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, sehingga mereka semakin tertinggal. Fokus pemerintah, menurutnya, saat ini lebih pada sekolah – sekolah berprestasi, sementara sekolah yang membutuhkan dorongan lebih banyak justru semakin terpuruk.

Banten kini tengah mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa sukses menjadi tuan rumah Aksioma Nasional, sebuah event penting yang tidak hanya membawa nama baik Banten, tetapi juga mencerminkan kemajuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *